Pertanian dan Peternakan

Beri Kemudahan, Pemprov Jawa Tengah Perluas Akses Keuangan untuk Peternak

Thursday, 16 May 2024 13:00 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Dok: jatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berupaya memperluas akses keuangan bagi para peternak agar sektor peternakan dapat berjalan dengan baik.

Untuk memaksimalkan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno meminta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

Tidak hanya peternakan, kata dia, beberapa sektor lainnya juga turut diperjuangkan agar mendapat kemudahan akses keuangan, termasuk pertanian dan perikanan.

"Tiga hal ini sangat penting, karena dalam rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045, Provinsi Jateng ditunjuk sebagai penopang pangan nasional,” ujar Sumarno dikutip Kamis, 16 Mei 2024.

Menurutnya, kurangnya akses perbankan menyebabkan banyak petani, nelayan, dan peternak terlibat dalam pinjaman online ilegal dan rentenir. Oleh karena itu, situasi ini membutuhkan dukungan dari TPAKD serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Karenanya, Sumarno berharap TPAKD dapat memberikan akses perbankan yang mudah dan cepat untuk petani, nelayan, dan peternak.

"Sektor pertanian dan peternakan menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah rantai distribusi perdagangan hasil panen yang terlalu panjang. Akibatnya, mereka sering kali tidak menikmati hasil panen secara maksimal," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jateng, Sumarjono, menyatakan siap mendukung pemprov dalam penguatan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, antara lain penyediaan sarana dan prasarana pertanian serta kemudahan akses perbankan bagi petani.

"Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait melalui TPAKD, kita ingin melihat peningkatan perekonomian dan pengendalian inflasi," jelas Sumarjono.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...