Pertanian dan Peternakan

Dokter Hewan Unair Sebut Penyakit Ngorok Salah Satu Penyebab Ternak Mati

Monday, 13 May 2024 11:00 WIB
Dokter hewan dari Universitas Airlangga (Unair), Nusdianto Triakoso (Dok.kominfo.jatim.prov)

 

Radarsuara.com - Dokter hewan dari Universitas Airlangga (Unair), Nusdianto Triakoso, mengungkap penyebab kematian mendadak pada hewan ternak yang belakangan ditemukan terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

Nusdianto yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis, Pendidikan, dan Penelitian di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Unair, menjelaskan bahwa hewan ternak seperti sapi dan kerbau rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit yang umumnya dikenal sebagai penyakit ngorok. Terlebih bagi hewan yang memang mengidap Septicaemia hemorrhagica akut.

Menurut Nusdianto, penyakit ngorok disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai Pasteurella multocida, bukan oleh virus.

"Bakteri ini menyerang saluran pernapasan hewan ternak, yang menyebabkan gejala yang dikenal sebagai penyakit ngorok. Namun, bakteri juga bisa menyerang sistem pencernaan dan bagian lain dari tubuh hewan," ujarnya dikutip Senin 13 Mei 2024.

Gejala penyakit ini, lanjut dia, termasuk bunyi pernapasan ngorok pada hewan ternak, meskipun gejala tersebut bisa bervariasi. 

Nusdianto menekankan bahwa ada kasus di mana serangan penyakit tersebut terjadi dengan cepat dan tanpa gejala yang khas, yang menyebabkan kematian mendadak pada hewan ternak.

Menurutnya, penyakit ngorok telah menjadi endemik di seluruh Indonesia, dengan laporan kasus setiap tahun meskipun jumlahnya tidak begitu banyak. Namun, beberapa faktor memicu peningkatan kejadian penyakit tersebut.

Bakteri penyebab penyakit ngorok memiliki berbagai subtipe, tetapi subtipe yang menyerang sapi dan kerbau (B2) tidak menular pada manusia. Oleh karena itu, vaksinasi dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah penyakit ini.

"Peternak dapat mengakses vaksin secara gratis melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersedia di setiap kabupaten, kota, hingga kecamatan. Vaksinasi ini direkomendasikan setiap tahun untuk memberikan perlindungan kepada hewan ternak," jelas Nusdianto.

Selain itu, Nusdianto mendorong masyarakat untuk memperhatikan kesehatan ternak secara menyeluruh, termasuk aspek nutrisi, kenyamanan lingkungan, dan kesejahteraan hewan.

"Jika ada indikasi bahwa ternak sedang sakit, dokter hewan atau Puskeswan setempat harus segera dihubungi untuk tindakan lebih lanjut," pungkasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...