Pemkab Cilacap Optimalkan Penyaluran Pupuk Subsidi Demi Pertanian yang Maksimal
Saturday, 11 May 2024 10:00 WIB
Petani akan melakukan pemupukan tanaman. (Cilacapkab.go.id)
Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, berupaya mengoptimalkan pendistribusian pupuk subsit untuk memaksimalkan potensi pertanian di daerahnya.
Pada tahun 2024, Pemkab Cilacap diketahui mendapatkan kuota pupuk subsidi cukup banyak. Di antaranya 26.441,841 ton untu pupuk Urea, sebanyak 14.141,315 ton untuk pupuk NPK (Nitrogen, Phosphat, dan Kalium) dan 2 ton untuk pupuk NPK FK.
"Ini untuk mendorong hasil panen yang maksimal. Sehingga pendistribusian pupuknya harus dilakukan optimal," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Susilan dikutip Sabtu 11 Mei 2024.
Di samping itu sia menyatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi telah direalisasikan dan masuk dalam e-alokasi.
Namun, penyaluran atau penebusannya masih menunggu alokasi dari provinsi dan akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai penambahan alokasi pupuk bersubsidi.
Susilan juga mengaku bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan mengingat sering terjadi masalah seperti kelangkaan pupuk bersubsidi di kios dan harga pupuk yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Masalah lainnya kadang-kadang meliputi penjualan pupuk di luar wilayah kerja, petani yang belum terupdate dalam e-alokasi, sehingga tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, serta Kartu Tani yang belum tercetak,” ujar Susilan.
Untuk itu, pihaknya mewajibkan kios untuk menyimpan stok pupuk bersubsidi agar tersedia saat dibutuhkan oleh petani. Dia juga menegaskan agar Kios Pupuk Lengkap (KPL) menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET dan jika terjadi kenaikan harga karena biaya lainnya (antar, bongkar, dll), harga tersebut harus wajar.
“Kami menghimbau agar tidak menjual pupuk di luar wilayah kerja, serta mengedukasi dan mensosialisasikan kepada gapoktan/poktan/petani melalui binwil masing-masing mengenai batas waktu upload e-alokasi, dan koordinasi dengan pihak BRI terkait percepatan penerbitan kartu tani,” tuturnya.
Sementara, berdasarkan data Dinas Pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap hingga bulan Maret 2024 mencapai 7.581.326 kg (29%) untuk pupuk Urea dan 3.906.729 kg (28%) untuk pupuk NPK.
Di wilayah Kecamatan Kedungreja, alokasi Urea sebanyak 1.718.346 kg dan NPK sebanyak 864.683 kg, dengan penebusan pupuk bersubsidi hingga bulan Maret 2024 mencapai 107.741 kg untuk pupuk Urea dan 14.247 kg untuk pupuk NPK. HET untuk pupuk bersubsidi jenis Urea adalah Rp2.250/kg, NPK Rp2.300/kg, dan NPK FK Rp3.300/kg.
Penulis: Asep Supriyanto
Editor: Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023