Go Internasional, Kopi Malang Tembus Pasar Belanda dan Jepang
Friday, 10 May 2024 15:00 WIB
Ilustrasi kopi Produksi Pertanian Kabupaten Malang. (Dok.ist)
Radarsuara.com - Komoditas kopi dari Kabupaten Malang yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda, tembus pasar internasional seperti Jepang dan Belanda.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang pada tahun 2023, produksi kopi mencapai 14,26 ribu ton, dengan luas area perkebunan mencapai sekitar 20,67 ribu hektare.
Kopi Margading, salah satunya. Sang pemilik, Marliadi, mengungkapkan bahwa kopi Margading yang diproduksi di bawah naungan Kelompok Tani Hidup Makmur, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, telah berhasil memasarkan produknya hingga ke Belanda dan Jepang.
Marliadi menjelaskan bahwa mereka mampu memasok sekitar delapan hingga 15 ton kopi per musim ke eksportir.
"Produk ini diekspor ke berbagai negara, termasuk Belanda dan Jepang," katanya dikutip Jumat 10 Mei 2024.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kopi Margading yang memiliki ciri khas sebagai kopi robusta, biasanya dipasok dalam bentuk green bean, yaitu biji kopi mentah yang belum disangrai dan masih berwarna hijau.
Dimana proses pengolahannya dimulai dari buah kopi matang yang telah mengalami tahap pengeringan dengan teknik khusus bertujuan untuk memaksimalkan kandungan senyawa rasa.
"Selain green bean, kami juga menghasilkan produk kopi lainnya, seperti roast bean premium, roast bean lanang, kopi bubuk premium, dan kopi bubuk lanang," jelasnya.
Marliadi menekankan bahwa mereka sengaja melakukan pengolahan kopi sendiri dari bahan mentah yang diperoleh dari petani lokal, hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
"Kami mengolah kopinya agar tidak dijual mentah," pungkasnya.
Penulis: Asep Supriyanto
Editor: Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023