Pertanian dan Peternakan

Perjuangan Peternak di Sleman, Kandang Ditutup Warga hingga Sukses Panen 7 Kali dalam Setahun

Wednesday, 08 May 2024 14:00 WIB
Hana, peternak ayam Broiler bagikan kisah inspiratif. (Dok: YouTube CapCapung)

Radarsuara.com - Hana Kurniaji, seorang peternak ayam di Desa Pandowarjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berbagi pengalaman tentang perjalanan membangun peternakan ayam yang penuh tantangan.

Hana memulai peternakannya pada tahun 2008 dengan 3.000 ekor ayam broiler. Demi melancarkan usahanya itu, dia harus rela menjual sepeda motor dan perhiasan sang istri untuk modal. Bahkan tak jarang untuk meminjam uang.

"Dulu, saat memulai beternak pada 2008, populasi ayam saya 3.000 ekor. Saya harus menjual motor saya dan beberapa perhiasan istri, juga meminjam uang," ungkapnya seperti yang dilansir dari kanal YouTube CapCapung, Rabu 8 Mei 2024.

Perjuangan Hana tidak berhenti di situ. Dia bahkan mengaku pernah tidur di kandang ternak pada awal-awal perjalanan karena harus belajar peternakan secara otodidak. Setiap hari, dia mencatat perkembangan peternakannya dengan teliti.

"Awal-awal saya belajar, saya tidur di kandang, mencatat segala perilaku ayam dan fluktuasi suhu di kandang," tuturnya.

Berjalan di tahun kedua, Hana mengaku bahwa usaha peternakannya itu belum membuahkan hasil, bahkan cenderung menemui kesulitan.

Kemudian pada tahun ketiga, peternakannya ditutup paksa oleh warga karena keluhan mengenai lalat dari kandangnya yang mengganggu kenyamanan mereka.

Hana tidak menyalahkan warga atas keluhannya. Dia menyadari dampak negatif yang ditimbulkan dan berusaha mencari solusi.

"Pada tahun ketiga, kandang saya ditutup warga karena lalat yang mengganggu. Itu adalah momen tersulit dalam hidup saya," ucapnya.

Namun, Hana tidak menyerah. Dia mengajukan keberatan dan memohon kesempatan kepada warga untuk mencari solusi. Setelah tiga kali percobaan, Hana berhasil menemukan solusi dengan mendesain kandang dan mengelola ternak agar tidak ada lagi masalah dengan lalat.

"Pada tahun keempat, saya berhasil mengatasi masalah tersebut. Itu bukan waktu yang sebentar, butuh kesabaran dan ketekunan," katanya.

Saat ini, peternakan Hana telah berkembang pesat. Ia bahkan bisa panen hingga 7 kali dalam setahun dan meraih keuntungan besar.

Penulis : Mahipal 

Editor : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...