Pertanian dan Peternakan

Berkembang Pesat, Panen di Lombok Barat Capai 5,7 Ton per Hektare

Monday, 06 May 2024 16:00 WIB
Panen Raya Padi di Kabupaten Lombok Barat. (Dok.lombokbaratkab.go.id)

Radarsuara.com - Sektor pertanian di Kabupaten Lombok Barat berkembang pesat. Hasil panen pada masa tanam pertama yang berlangsung dari April hingga Mei, mencapai lebih dari 25 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Damayanti Widyaningrum mengklaim hasil panen tersebut memastikan pasokan beras untuk masyarakat aman.

"Dengan hasil panen ini, kita dapat memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat terjamin," ungkapnya, Senin 6 Mei 2024.

Lebih lanjut Damayanti menjelaskan, rata-rata produktivitas pertanian pada masa tanam tersebut mencapai 5,7 ton per hektare. 

"Rata-rata produktivitas mencapai 5,7 ton per hektare, dengan total kumulatif mencapai sekitar 25 ribu ton," jelasnya.

Dengan capaian produktivitas ini, dia menghimbau masyarakat agar tidak khawatir akan pasokan beras. 

"Stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 3.500 ton, ditambah dengan hasil panen masyarakat yang mencapai lebih dari 28 ribu ton, sehingga kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan terjamin," katanya.

Damayanti juga mengungkapkan bahwa produktivitas pertanian mengalami peningkatan sebesar 0,3 ton per hektare pada masa tanam sebelumnya.

Di samping itu, dia menyoroti kasus alih fungsi lahan yang terus terjadi. Dalam tiga tahun terakhir, telah terjadi alih fungsi lahan seluas 220 hektar.

Damayanti menegaskan bahwa alih fungsi lahan berdampak signifikan terhadap produksi pangan, namun pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga produktivitas pertanian. "Kami terus berupaya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian," tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas, pihaknya memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan kering selain lahan irigasi. "Kami juga akan mengintegrasikan tanaman kelapa dengan padi, serta memprogram pompanisasi untuk menyedot air sungai ke lahan kering," pungkasnya.

Penulis: Asep Supriyanto

Editor: Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...