Peternak di NTT Sukses Mengolah Kotoran Ternak Menjadi Biogas
Saturday, 04 May 2024 13:00 WIB
Ilustrasi peternakan (Dok.Freepik)
Radarsuara.com - Daniel Aluman, seorang peternak di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengolah kotoran ternak menjadi biogas.
Apa yang dilakukan pria berusia 55 tahun tersebut pun telah memberikan manfaat tambahan terhadap ternaknya.
Menurut Daniel, pengolahan kotoran ternak menjadi biogas memiliki manfaat besar bagi rumah tangga dan lingkungan sekitar. Selain itu, penggunaan biogas juga dapat mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar dan energi.
Salah satu keuntungan lainnya adalah kemudahan dalam menggunakan biogas, seperti harga kompor biogas yang lebih terjangkau dibandingkan kompor elpiji, serta kemampuan biogas untuk digunakan dalam pembangkit listrik.
Daniel menjelaskan bahwa proses pengolahan kotoran ternak menjadi biogas relatif mudah, namun masih sedikit yang memanfaatkannya.
"Dengan pemanfaatan yang tepat, pemilik ternak dapat menghemat biaya bahan bakar minyak atau gas elpiji," katanya dikutip, Sabtu 4 Mei 2024.
Daniel mengawali perjalanan ini saat seorang dosen dan mahasiswa magang dari Politani Kupang berkunjung ke peternakannya pada Juli 2023. Dia berbagi keluhannya mengenai kotoran ternak yang tidak termanfaatkan kepada dosen tersebut, yang kemudian memperkenalkannya kepada anggota DPR-RI dan kemudian ke kementerian terkait.
Pada Oktober 2023, tim teknis dari Kementerian Pertanian datang dan memasang alat-alat untuk mengubah kotoran ternak menjadi biogas di peternakan Daniel.
Prosesnya dimulai dengan pemasangan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) ternak dan tiga kompor gas.
Selanjutnya, dibangunlah jaringan pipa dari IPAL menuju dapur rumah dan tempat penampungan akhir kotoran (septic tank) berukuran 4 meter x 4 meter.
"Hasilnya, kompor biogas dapat digunakan dengan baik. Satu kompor digunakan untuk memasak pakan ternak, sedangkan dua lainnya untuk kebutuhan rumah tangga," katanya
Dengan memiliki dua kompor biogas untuk memasak, Daniel mengaku dapat menghemat uang hingga jutaan rupiah per bulan.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023