Pertanian dan Peternakan

Tak Miliki Alat Uji PMK, Usaha Ternak di Gorontalo Terkendala

Tuesday, 30 April 2024 11:00 WIB
Ilustrasi hewan ternak (Dok.Pixabay)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo masih menyisakan pekerjaan rumah dalam dunia ternak. Yakni tak memiliki alat uji Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kondisi tersebut juga diketahui menjadi salah satu kendala Pemprov Gorontalo dalam mengembangkan usaha ternak.

Pj Gubernur Gorontalo, Ismail tak menampik hal tersebut. Sebab berdasarkan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa masalah utamanya adalah tidak tersedianya alat uji penyakit PMK untuk hewan ternak di Gorontalo.

"Sehingga kondisi ini memaksa para peternak untuk mengirimkan hewan ternaknya melalui jalur alternatif yang tidak memerlukan sertifikat bebas PMK," tuturnya, Selasa 30 April 2024.

Ismail menyebut bahwa isu tersebut juga telah dibahas intens sejak tahun lalu.

"Soal karantina dan pengiriman hewan ini sudah kami diskusikan sejak tahun lalu. Banyak sapi Gorontalo yang dikirim ke luar daerah melalui jalur darat ke Palu, lalu dilanjutkan ke Kalimantan, sementara fasilitas tol laut yang sudah disiapkan pemerintah masih belum terisi," katanya.

Pengiriman sapi dari Gorontalo melalui tol laut memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkannya dalam jumlah yang cukup banyak.

Sementara itu, di Palu, pengiriman menggunakan kapal-kapal kecil memungkinkan peternak yang mengirimkan sapi dalam jumlah kecil untuk segera mengirimkannya.

Ismail menegaskan bahwa pihaknya akan mengatur lalu lintas hewan ternak dengan lebih baik, dan akan segera memenuhi kebutuhan akan alat tes uji PMK.

"Ini akan kami atur. Jika fasilitas tol laut yang kami miliki masih kosong, maka kami akan menutup perbatasan. Kami tidak melarang, tetapi tol laut harus terisi penuh sebelum bisa mengirimkan hewan ternak ke Palu. Kami juga akan berusaha mendapatkan alat uji PMK," pungkas Ismail.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...