Pertanian dan Peternakan

Bumdes Sumbermakmur Jatim Kembangkan Peternakan Ramah Lingkungan

Sunday, 28 April 2024 14:00 WIB
Peternakan domba milik Bumdes Sumbermakmur (Dok.KominfoMagetan)

Radarsuara.com - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumbermakmur di Desa Goranggareng, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), menghadirkan konsep modern yang ramah lingkungan dalam usaha ternak.

Upaya tersebut merupakan suatu inovasi untuk menghilangkan stigma yang kurang baik akan kondisi peternakan yang kerap disebut kotor dan bau.

Kepala Desa Goranggareng, Tatak Pantjono Utomo, menyatakan bahwa peternakan yang dikembangkan oleh Bumdes Sumbermakmur telah dirancang agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu dan tetap ramah lingkungan. 

"Kami terus berinovasi untuk menjaga agar peternakan ini tidak menghasilkan bau yang menyengat dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekitar," ungkap Tatak, Minggu 28 April 2024.

Diaa juga berbagi cerita tentang awal mula berdirinya peternakan domba dan sapi yang dimiliki oleh Bumdes Sumbermakmur di Desa Goranggareng. 

"Peternakan ini dimulai sejak bulan Juni 2023 dengan menggunakan dana desa dan berdiri di atas lahan tanah milik kas desa," bebernya.

Peternakan milik Bumdes Sumbermakmur mengembangbiakkan hewan ternak sapi dan domba, dengan keunikan tersendiri pada domba yang diternakkan, yaitu domba Belanda, khususnya jenis Texel. Domba Texel adalah jenis domba Belanda yang berasal dari pulau Texel, yang dikenal dengan bentuknya yang unik dan dagingnya yang rendah lemak.

"Tahun 2024 ini, dana ketahanan pangan kami akan dialokasikan untuk pengembangan kandang sapi yang ada. Sementara untuk domba, kami masih memfokuskan pada jenis Texel, sedangkan untuk sapi masih mencakup beberapa jenis lainnya," jelas Tatak.

Peternakan domba tersebut juga menjadi bagian dari program pemberdayaan anak yatim di Desa Goranggareng, di mana mereka diberikan kesempatan untuk belajar tentang bisnis peternakan. 

"Selain sebagai bisnis peternakan, kami juga memanfaatkan peternakan ini secara sosial dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Kami telah menyiapkan kandang khusus bagi domba yang dikelola oleh anak yatim sebagai bentuk dukungan dari pihak ketiga," kata Tatak.

"Dulu kami memberikan santunan tunai kepada anak yatim, namun kami menyadari bahwa hal itu kurang memberikan pembelajaran yang baik bagi mereka. Dengan adanya kandang domba khusus bagi anak yatim ini, kami berharap dapat memberikan pendidikan tentang dunia peternakan kepada mereka," tandasnya.

Penulis : Mahpal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...