DPR-RI Sebut Kesejahteraan Petani adalah Kunci Ketahanan Pangan
Sunday, 28 April 2024 11:00 WIB
Anggota DPR-RI, Fadli Zon (Dok. IG : @fadlizon)
Radarsuara.com - DPR-RI fokus memperhatikan kesejahteraan para petani di Indonesia. Bahkan, sektor pertanian ini menjadi isu-isu yang konsen dibahas.
Salah satu anggota DPR-RI yang fokus akan hal tersebut adalah Fadli Zon. Dia menyebut salah satu isu utama dalam pertanian adalah kesejahteraan petani.
"Isu kesejahteraan petani merupakan isu yang terus relevan. Kesejahteraan petani adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan," ujar Fadli dikutip Minggu 28 April 2024.
Menurutnya, kesejahteraan petani harus menjadi perhatian utama. Sebab, ini bisa menjadi ancaman serius yang mungkin terjadi jika petani di Indonesia tidak sejahtera.
Menurut Fadli, ada tiga ancaman yang mengintai Indonesia jika petani tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak. Pertama, ada kemungkinan petani akan beralih profesi.
Kedua, jika petani beralih profesi, lahan pertanian yang mereka miliki mungkin akan beralih fungsi menjadi lahan non-pertanian.
Ancaman ketiga yang mungkin timbul adalah dampak buruk terhadap masa depan pangan Indonesia. "Jika petani tidak sejahtera, mereka mungkin akan meninggalkan profesi pertanian dan mengubah lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian. Hal ini akan berdampak buruk pada masa depan pangan kita," bebernya.
Saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu konsumen nasi terbesar di dunia, dengan konsumsi beras per kapita mencapai 135 kg, melebihi negara-negara seperti Filipina (115 kg), Thailand (99 kg), dan Malaysia (81 kg).
Meskipun jumlah petani padi Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia, produksi beras di dalam negeri tidak pernah cukup untuk memenuhi permintaan. Produksi dan konsumsi beras berada dalam ketidakseimbangan yang tidak sehat. Dengan populasi mencapai 280 juta jiwa dan pertumbuhan populasi sekitar 1,1-1,4 persen per tahun, produksi beras sulit untuk mengejar pertumbuhan tersebut.
Fadli menekankan pentingnya melakukan perubahan drastis dalam sektor pertanian untuk menghindari krisis pangan di masa depan. "Impor bukan lagi pilihan murah, karena sejumlah negara Afrika sekarang menjadi pengimpor beras, sementara jumlah negara pemasok beras terbatas. Jika tidak ada perubahan drastis, kita berisiko menghadapi krisis pangan," tandasnya.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023