Dapat Alokasi Pupuk Subsidi, Petani di Kaltara Harap Pemerintah Konsisten Beri Bantuan
Friday, 05 April 2024 10:00 WIB
Dokumentasi acara Gerakan Swasembada Beras di Kaltara, (Dok.Diskominfo.Kaltara)
Radarsuara.com - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat angin segar dengan bantuan dari pemerintah berupa penambahan alokasi pupuk bersubsidi.
Bantuan tersebut merupakan hasil dari keputusan pemerintah untuk menambah alokasi pupuk subsidi sebanyak 9,55 juta ton untuk seluruh petani di Indonesia.
Ali Sumardi, seorang petani di Desa Gunung Putih, Tanjung Palas, Kaltara, mengungkapkan rasa syukurnya kepada pemerintah atas bantuan tersebut.
Selain mengucapkan terima kasih, ia juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah terus konsisten dalam membantu para petani dalam hal ketersediaan pupuk.
"Kami juga berharap agar kepastian ketersediaan pupuk menjadi hal yang nyata di masa yang akan datang," kata Ali, Jumat 5 April 2024.
Menurutnya, dengan adanya kepastian tersebut, para petani tidak akan lagi mengalami kesulitan dalam mencari pupuk untuk kegiatan pertanian mereka.
"Terima kasih sekali kepada pemerintah atas bantuan ini. Saya berharap stok pupuk subsidi dapat selalu tersedia agar para petani tidak lagi kebingungan dalam menggunakan pupuk," tutur Ali.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara, Ramadhani mengatakan, penambahan alokasi pupuk subsidi telah ditindaklanjuti dan dilaksanakan di kabupaten/kota.
"Kuota untuk Kaltara sesuai dengan Peraturan Menteri Pupuk Subsidi naik sebesar 105 persen dari kuota awal 3.870 ton menjadi 7.937 ton, dengan komposisi Pupuk UREA, NPK, dan NPK-Formula (FK)," katanya.
Pupuk Urea meningkat dari 1.697 ton menjadi 2.900 ton atau naik 71 persen, Pupuk NPK dari 2.092 ton menjadi 4.472 ton atau naik 114 persen, dan Pupuk NPK Formula dari 81 ton menjadi 565 ton atau naik 598 persen.
Ramadhani berharap bahwa bantuan ini dapat mendukung petani dalam meningkatkan produksi mereka, terutama untuk tanaman padi yang saat ini harganya meningkat.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023