Pertanian dan Peternakan

Pangan Fungsional, Upaya Kurangi Kadar Kolesterol pada Kambing dan Domba

Thursday, 04 April 2024 11:00 WIB
Ilustrasi hewan ternak kambing (Dok.Pixabay)

Radarsuara.com - Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip), Prof Widiyanto yang juga ahli dalam Ilmu Makanan Ternak, membahas potensi pangan fungsional, teknologi terbaru yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol pada daging kambing dan domba.

Bukan tanpa sebab, Widiyanto berpendapat bahwa sejauh ini kambing dan domba sering kali dianggap tidak sehat karena tingginya kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging mereka.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat terhadap produk-produk ternak tersebut dan mempengaruhi produktivitas peternakan.

"Daging kambing dan domba seringkali dikaitkan dengan tingginya kadar kolesterol dan lemak jenuh, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Hal ini mengakibatkan permintaan dan produksi produk ternak tersebut menjadi rendah, meskipun potensi produksi di Indonesia sangat besar," ucap Widiyanto, Kamis 4 April 2024.

Dia menilai, dengan pengolahan pakan ternak kambing dan domba yang baik dan menggunakan teknologi yang tepat, peternak dapat mengurangi kadar kolesterol dan lemak jenuh pada daging kambing dan domba.

"Peningkatan teknologi dalam pakan ternak ini dapat membantu meningkatkan produksi serta mengurangi kadar kolesterol dan meningkatkan kadar asam lemak tidak jenuh ganda (ALTJG), yang dapat meningkatkan permintaan dan produksi," lanjutnya.

Sementara berdasarkan studi, itu menunjukkan bahwa dengan memberikan suplementasi minyak biji kapok pada domba, dapat meningkatkan bobot badan dan mengurangi kadar kolesterol serta meningkatkan proporsi asam linoleat dalam daging.

Penelitian lebih lanjut juga menunjukkan bahwa kombinasi antara minyak biji kapok terproteksi dan kolin klorida dapat meningkatkan hasil tersebut lebih lanjut dengan menurunkan kadar kolesterol dan lemak intramuskuler, serta meningkatkan proporsi asam linoleat dalam daging.

Widiyanto menekankan pentingnya teknologi pakan yang dapat meningkatkan produksi ternak ruminansia sambil menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan asam lemak tidak jenuh ganda (ALTJG). 

Pengembangan pangan fungsional ini dianggap penting untuk menangani masalah gizi ganda yang semakin meningkat di masyarakat.

"Pengembangan pangan fungsional ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, termasuk konsumen, industri pangan, dan penentu kebijakan, dengan meningkatkan kesehatan masyarakat, pendapatan industri, dan peluang kerja,” tandasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...