Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ingin Hilangkan Stigma Negatif Petani di Pedesaan
Tuesday, 02 April 2024 10:00 WIB
Ilustrasi pertanian (Dok.Pixabay)
Radarsuara.com - Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bernama Yusuf Nurohman, tengah berupaya menghilangkan stigma negatif dalam dunia pertanian yang selama ini melekat pada para petani di pedesaan.
Dituangkan dalam tulisannya berjudul 'Meningkatkan Potensi Pertanian dengan Menggalakkan Sensus Pertanian Berkelanjutan, gagasan Yusuf yang kemudian diterbitkan oleh situs resmi Sekretariat Negara itu mencoba membangkitkan gairah para petani yang seringkali dianggap tertinggal dan miskin.
"Berbicara tentang pertanian, kata kemiskinan, kurang sejahtera, dan tidak ada masa depan merupakan kosa kata yang sering kita dengar baik di media TV, media online, maupun media cetak," tulis Yusuf seperti yang dikutip dari situs resmi Sekretariat Negara (setneg.go.id) Selasa 2 April 2024.
Yusuf menilai stigma ini merupakan hal yang disayangkan, mengingat peran vital petani dalam kehidupan masyarakat, baik di desa maupun di perkotaan.
"Miris sekali memang, profesi pertanian seakan identik dengan ketidakberdayaan dan rendahnya nilai ekonomisnya. Padahal, pertanian merupakan sektor strategis yang memberikan kontribusi besar pada masyarakat Indonesia secara luas," katanya.
Yusuf menegaskan bahwa produktivitas pertanian memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Ia juga menyoroti ketergantungan aktivitas perkotaan pada peran petani di pedesaan, dan menekankan perlunya mengakui pentingnya peran petani serta menjauhkannya dari stigma negatif.
"Sektor pertanian juga berperan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi pedesaan. Apabila nilai tambah produk pertanian terus meningkat, maka surplus dan akumulasi modal akan berdampak pada kinerja berbagai sektor perkotaan," ungkapnya.
Yusuf mengusulkan upaya penghapusan stigma negatif terhadap petani dengan memfokuskan perhatian pada peningkatan kesejahteraan mereka.
Pasalnya, petani memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, menjamin ketahanan pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Pertanian memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
"Ideally, jika setiap individu memahami urgensi peran petani dan memberikan perhatian yang layak, kesejahteraan petani akan lebih terjamin. Stigma terkait kemiskinan tidak seharusnya melekat pada petani, terutama karena generasi muda banyak yang tertarik untuk berkecimpung dalam bidang pertanian," imbuhnya.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023