Pertanian dan Peternakan

Antisipasi Demam Babi, Pemprov Papua Minta Peternak Rutin Semprotkan Disinfektan ke Kandang

Sunday, 31 March 2024 11:00 WIB
Ilustrasi peternakan babi (Dok.Pixabay)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, meminta para peternak babi untuk rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap kandang, mencegah penyebaran virus demam babi.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua, MP Koibur menjelaskan, virus demam babi atau virus African Swine Fever (ASF) adalah virus yang sangat mengancam kesehatan dan keselamatan babi yang bisa mengakibatkan kematian.

Meski virus demam babi tidak menular kepada manusia, lanjutnya, akan tetapi virus tersebut dapat menular cepat kepada babi baik domestik atau liar.

"Virus itu akan sangat merugikan peternak babi, karena penularannya sangat cepat dan mematikan, sehingga potensi kebangkrutan ternak cukup besar," jelas MP Koibur, Minggu 31 Maret 2024.

Dia mengklaim bahwa Pemprov Papua telah melakukan penelusuran akan virus tersebut. Namun sejauh ini belum ditemukan ada virus demam babi di Papua.

Akan tetapi, pihaknya mengimbau peternak babi di daerahnya untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak secara berkala.

"Hingga hari ini di Provinsi Papua tidak ditemukan virus ASF, karena kami telah melakukan penutupan akses ternak dan produk olahan babi dari luar daerah," jelas MP Koibur.

"Namun para peternak serta masyarakat agar berhati-hati dalam memelihara hewan babi. Harus rutin memeriksa kesehatan hewan ternaknya," imbuhnya.

Bukan hanya itu, dia juga menghimbau para peternak yang merasa babi-nya meninggal tiba-tiba, maka segera melaporkannya ke dinas terkait secepat mungkin.

"Seandainya peternak menemukan adanya hewan yang meninggal tiba-tiba, harap segera laporkan. Supaya kita bisa segera lakukan penanganan lebih lanjut," pungkasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...