Petani di Palangka Raya Butuh Bantuan Usai 200 Hektare Lahan Terendam Banjir
Friday, 22 March 2024 10:00 WIB
Kondisi salah satu lahan petani di Kelurahan Kalampangan yang terendam banjir. (Dok.PalangkaRaya.go.id)
Radarsuara.com - Sekitar 200 hektare lahan pertanian di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, mengalami musibah banjir.
Lahan pertanian yang luas itu harus terendam air akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.
Lurah Kalampangan, Yunita Martina mengungkap, kondisi itu membuat para petani mengalami kerugian yang signifikan, dimana mereka mengalami gagal panen.
"Tanaman-tanaman di lahan tersebut yang sudah mendekati masa panen seperti cabai, jagung, dan sayur-sayuran tapi tergenang air," ungkap Yunita, Jumat 22 Maret 2024.
Musibah ini tidak hanya berdampak pada petani setempat, tetapi juga menyebabkan kurangnya suplai kebutuhan sayuran di pasar lokal.
"Kondisi banjir yang merendam lahan pertanian warga ini juga berpengaruh terhadap pasokan sayur ke Kota Palangka Raya,” terang Yunita.
Masalah selanjutnya adalah ketersediaan sayuran di Kota Palangka Raya yang terganggu, karena Kelurahan Kalampangan yang merupakan salah satu lumbung sayur di Kota tersebut.
Yunita berpendapat bahwa bantuan yang tepat dan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar para petani dapat segera bangkit dari kesulitan yang dihadapi.
Masalahnya, para petani pemilik lahan yang terdampak banjir menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
"Bencana banjir yang menyebabkan gagal panen di Kelurahan Kalampangan berdampak secara khusus terhadap kondisi ekonomi petani," jelas Yunita.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023