Pertanian dan Peternakan

Pola Tanam Tumpang Sari Jadi Kunci Kota Surbaya Panen Raya di Tengah Tingginya Harga Beras

Monday, 18 March 2024 09:00 WIB
Kegiatan panen raya di Kota Surabaya (Dok.KominfoJatimProv)

Radarsuara.com - Kota Surabaya berhasil melaksanakan panen raya di tengah kondisi tingginya harga beras yang terjadi secara nasional maupun global saat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, panen raya ini adalah buah dari kerja keras banyak pihak yang diyakini mampu menekan harga beras.

"Panen ini merupakan upaya kami untuk menekan harga beras. Saat ini, kelompok tani Sendang Biru di Kecamatan Sambikerep panen padi jenis premium, yaitu Ir 64," ucap Antiek, Senin 18 Maret 2024.

Tidak hanya padi, namun petani juga berhasil panen cabai dan kacang panjang secara bersamaan. 

"(Selain padi) Juga bersamaan dengan panen cabai dan kacang panjang," tambah Antiek.

Antiek menjelaskan, pola tanam tumpang sari menjadi kunci pada panen raya saat ini. Dimana para petani menerapkan pola ini untuk menghindari serangan hama terhadap tanaman cabai dan padi.

Pada pola ini, kata dia, pihaknya melakukan tanam dengan di mana terdapat dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bersamaan dalam waktu relatif sama atau berbeda dengan penanaman berselang‐seling dan jarak tanam teratur pada sebidang tanah yang sama.

"Kami menggabungkan tanaman tersebut dengan cara alami, sekaligus bisa dipanen. Tanpa pola tumpang sari, tanaman cabai sering kali diserang hama, tetapi dengan pola ini, serangan hama dapat diminimalisir. Kacang panjang menjadi penolak serangan hama bagi cabai," jelas Antiek.

Pola tanam tumpang sari diterapkan oleh empat kelompok tani di wilayah Kelurahan Made. Dengan pola ini, hasil panen padi menjadi berkualitas baik dan melimpah.

Antiek menegaskan bahwa hasil panen padi tersebut akan dimanfaatkan oleh warga di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep. Dengan jumlah panen mencapai 3 ton, hasil tersebut mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga di Kelurahan Made selama satu tahun ke depan.

"Hasil panen ini mencukupi kebutuhan masyarakat di kampung selama setahun. Tidak ada penjualan, sehingga kebutuhan beras tidak perlu diperoleh dari luar kota," ungkapnya.

Menurutnya, tanam padi yang dilakukan oleh empat kelompok di wilayah Kelurahan Made adalah salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk menekan laju inflasi.

Antiek juga menambahkan bahwa jika satu kampung mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam setahun, maka permintaan bahan pangan dari luar atau pasar akan berkurang.

"Dengan demikian, permintaan akan bahan pokok di pasar akan menurun, dan tentu saja hal ini akan mempengaruhi permintaan secara keseluruhan," tandasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...