Pertanian dan Peternakan

Keren, Profesor Undip Berhasil Kelola Limbah Ternak Menjadi Energi Listrik

Sunday, 17 March 2024 10:00 WIB
Prof Sri Hartini foto bersama tim (Dok.Undip)

Radarsuara.com - Peran kampus dalam pengembangan ternak telah menghasilkan produk yang besar. Salah satunya diciptakan Prof Sri Hartini, dari Universitas Diponegoro (Undip).

Sri Hartini berhasil menciptakan inovasi dalam memanfaatkan limbah ternak untuk menghasilkan energi listrik.

Didukung oleh oleh tim yang terdiri dari Muchammad, Diana Puspita Sari, dan Cahya Setya Utama kemudian dua akademisi dari Universitas Muhammadiyah Magelang, yaitu Suroto Munahar dan Bagiyo Condro Purnomo, inovasi tersebut dilaksanakan di desa Sugihmanik, Tanggungharjo, Grobogan, dengan kerjasama antara Undip dan Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Sri Hartini mengungkap, hasil kolaborasi ini adalah pembuatan 5 kompor biogas dan konversi biogas menjadi energi listrik yang digunakan untuk penerangan jalan umum.

Limbah ternak sapi diolah menjadi energi listrik melalui teknologi yang dikembangkan oleh tim pakar Undip bekerja sama dengan Pemkab Grobogan.

"Selain limbah ternak sapi, limbah tahu juga dimanfaatkan. Produksi tahu di lokasi tersebut telah berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir, seiring dengan bertambahnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hingga mencapai sekitar 30 UKM," ungkap Sri Hartini, Minggu 17 Maret 2024.

Namun, lanjut dia, limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi tahu memiliki kandungan protein yang tinggi dan manfaat yang besar. 

Akan tetapi, pembuangannya ke sungai tanpa pengolahan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Untuk mengatasi masalah ini, Sri Hartini menyebut pihaknya menggunakan digester tambahan untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi.

Sri Hartini berharap agar masyarakat dapat menjaga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ternak sapi dan tahu dengan baik.

"Saya berharap masyarakat dapat memelihara IPAL dengan baik. Kualitas biogas yang dihasilkan sangat tergantung pada kualitas pemeliharaan IPAL," kata dia.

Di samping itu, Sri Hartini juga menyoroti bahwa masih banyak limbah ternak sapi dan tahu di Kabupaten Grobogan yang belum terkelola dengan baik. Oleh karena itu, ia berharap kerja sama antara akademisi dan pemerintah dapat terus berlanjut, sehingga limbah dapat dimanfaatkan dengan efektif.

"Kerja sama antara akademisi dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus berlanjut. Mengingat masih banyak UKM Tahu dan Ternak Sapi yang belum mengelola limbahnya dengan baik," tandasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...