Jadi Indikator Utama, Pemkab Bogor Maksimalkan Produksi Pertanian Lokal
Sunday, 10 March 2024 09:30 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin (Radarsuara)
Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mendorong Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) untuk memaksimalkan pengembangan produksi pertanian lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, pengembangan pertanian lokal menjadi salah satu Indikator Kerja Utama (IKU) pada Distanhorbun yang harus terus didorong dan dimaksimalkan.
"Indikator kinerja utama di Distanhorbun meliputi pengembangan produksi pertanian lokal yang berdaya saing, produktivitas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, serta peningkatan SDM. Ini perlu terus didorong," jelas Burhan, Minggu 10 Maret 2024.
Burhan meminta pegawai Distanhorbun dapat terus menjaga semangat dan meraih capaian yang semakin baik lagi, terutama meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan perangkat daerah lainnya serta stakeholder terkait, agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Burhan berharap Distanhorbun Kabupaten Bogor juga dapat meningkatkan berbagai capaian di bidang pertanian.
Salah satu capaian tersebut yaitu penjualan tanaman hias yang mengalami lonjakan saat pandemi. Hasil ekspor tanaman hias ke berbagai negara dari Kabupaten Bogor bisa menghasilkan devisa Rp700 juta per hari.
Terdapat 622 petani eksportir dari Kabupaten Bogor tergabung dalam 52 perusahaan yang mengeluarkan phythosanitary atau ijin ekspor, dengan rata-rata devisa negara Rp500 juta hingga Rp700 juta per hari.
Kemudian, capaian lainnya di bidang pertanian yaitu produksi kopi robusta yang bisa menembus angka 4.151 ton dan jenis arabika sebanyak 473 ton dalam setahun.
Kini, Kabupaten Bogor merupakan daerah peringkat keempat secara nasional dan peringkat pertama dengan produksi kopi robusta terbanyak.
Kemudian, peringkat kedua daerah di Jawa Barat dengan produksi kopi robusta terbesar yaitu Kabupaten Kuningan sebanyak 1.531 ton per tahun, dan urutan ketiga Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 1.188 ton per tahun.
"Ini perlu terus ditingkatkan minimal apa yang telah dicapai bisa dipertahankan untuk hasil pertanian di Kabupaten Bogor," tegas Burhan.
Penulis : Khaerul Umam
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023