Pertanian dan Peternakan

UGM Luncurkan Inovasi Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan sebagai Solusi Tantangan Global

Thursday, 07 March 2024 09:00 WIB
Inovasi pertanian cerdas berkelanjutan "Smart Agri Plant Factory" inovasi UGM (Dok.UGM)

Radarsuara.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan inovasi pertanian cerdas dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan global yang dihadapi dalam sektor pertanian.

Inovasi itu diberi nama Smart Agri Plant Factory. Ini merupakan hasil kerja Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof Lilik Sutiarso mengatakan, pertanian cerdas berkelanjutan merupakan sebuah gerakan revolusi yang dapat mengubah cara masyarakat Indonesia melihat dan mengelola produksi pangan di masa depan.

"Kami percaya bahwa Smart Agri Plant Factory bukan sekedar inovasi, ini merupakan revolusi dalam cara kita melihat dan mengelola produksi pangan di masa depan," kata Lilik, Kamis 7 Maret 2024.

Dia meyakini inovasi ini dapat berkontribusi secara nyata dalam mengatasi masalah keamanan pangan global dan mitigasi perubahan iklim.

"Dengan menghadirkan solusi cerdas dan berkelanjutan, kami berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam mengatasi masalah keamanan pangan global dan mitigasi perubahan iklim," jelasnya.

Sekedar informasi, melalui inovasi Smart Agri Plant Factory ini, UGM berupaya untuk mengubah paradigma produksi pangan menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan dengan menggabungkan teknologi canggih dengan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.

Inovasi pertanian cerdas dan berkelanjutan ini memanfaatkan teknologi tanpa tanah seperti hidroponik, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.

Sistem ini memungkinkan pertumbuhan tanaman dalam lingkungan terkontrol sepenuhnya, serta memungkinkan pertanian dilakukan di dalam ruangan, terlindungi dari variabilitas cuaca dan tantangan lingkungan eksternal.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...