Pertanian dan Peternakan

Gerakan Pangan Murah Keliling di Kabupaten Bogor Dilanjutkan hingga Lebaran

Monday, 04 March 2024 08:31 WIB
Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, belum lama ini (Dok.Radarsuara)

 

Radarsuara.com - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor terus menggelar Gerakan Pangan Murah Keliling hingga menjelang Lebaran.

"Kami akan melaksanakan kegiatan ini di 15 titik selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri," kata Kepala DKP Kabupaten Bogor, Asep Mulyana, Senin 4 Maret 2024.

Setelah periode Lebaran, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memperluas program tersebut hingga mencakup 40 titik di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

"Hingga saat ini, gerakan ini telah dilaksanakan di tiga titik, termasuk di Kantor Kelurahan Karadenan dan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, serta Sukaraja," ungkap Asep.

Dalam Gerakan Pangan Murah Keliling ini, DKP menjual berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual seharga Rp54 ribu per 5 kilogram.

Selain itu, terdapat juga penjualan beras medium seharga Rp65 ribu per 5 kilogram, gula pasir seharga Rp12.500 per kilogram, minyak goreng seharga Rp12.500 per kilogram, dan telur ayam ras seharga Rp23.000 per kilogram. Daging sapi rendang dijual seharga Rp100 ribu per kilogram dan cabai rawit merah seharga Rp10 ribu per pak.

Adapun cabai merah keriting dijual seharga Rp10 ribu per pak, bawang merah seharga Rp10.500 per 500 gram, daging ayam seharga Rp26 ribu per ekor, bawang putih seharga Rp14.500 per 500 gram, serta aneka sayuran seharga Rp5.000-10.000 per pak.

Asep menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Keliling juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang seringkali mengalami lonjakan harga menjelang Ramadhan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan dalam pengendalian inflasi daerah, karena beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga terutama pada beras sejak awal tahun hingga sekarang," ujar Asep.

Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kabupaten Bogor, Sutriana, menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah Keliling dinilai efektif dalam menangani kenaikan harga bahan pokok.

"Dilihat dari respons masyarakat di Kantor Kelurahan Karadenan, program ini terbukti sangat efektif dan diminati karena harganya jauh lebih murah dibandingkan harga pasar," ungkap Sutriana.

Penulis : Khaerul Umam

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...