Miris! Masih Banyak Peternak Menolak Hewannya Divaksinasi
Friday, 23 February 2024 11:08 WIB
Proses pelaksanaan vaksinasi sapi oleh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan (Dok.PasuruanKab)
Radarsuara.com - Dengan banyaknya peternak yang menolak vaksinasi hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, mengajak peternak untuk ikut mendorong suksesnya program vaksinasi hewan ternak.
Bukan tanpa sebab, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Panti Tri Absari mengatakan, vaksinasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan sekaligus memperkecil peluang tertular PMK (penyakit mulut dan kuku).
"Masih banyak peternak yang menolak vaksinasi. Padahal ini demi kesehatan dan keselamatan ternak mereka sendiri," kata Panti, Jumat 23 Februari 2024.
Sejauh ini, lanjut dia, jumlah sapi yang sudah divaksin sebanyak 220.173 ekor.
Terdiri dari 106.996 ekor sapi sudah selesai vaksin pertama.
Selanjutnya 51.886 sapi telah divaksin tahap kedua, 49.869 sapi sudah vaksin tahap ketiga (booster pertama) dan 11.442 sapi yang sudah divaksin tahap keempat alias booster kedua.
Oleh karenanya, Panti meminta para peternak untuk tidak menolak, apalagi menunda-nunda vaksinasi demi keberlangsungan ternak itu sendiri.
"Dan untuk vaksinasi, jangan menunda-nunda. Karena akhirnya kalau beneran sakit, malah makin merambah ke mana-mana dan makin gak sembuh," terangnya.
Lebih lanjut, Panti mengaku, pihaknya mengerti betul ketakutan yang dimiliki oleh para peternak. Mengingat masyarakat biasanya akan mencap buruk peternakan bila ada hewan yang terkena PMK. Dengan begitu, nilai jual hewan akan merosot turun.
Untuk itu, apabila ada gejala yang mengarah ke PMK, maka para peternak diminta segera melapor ke paramedis hewan terdekat.
"Kami yakin mereka pasti berusaha menyembuhkan dan membantu. Maka segera laporkan ke paramedis hewan, mantri hewan, desa/kelurahan dan seluruh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan," harapnya.
Sekedar informasi, dalam seminggu terakhir, kasus PMK kembali merebak di Kabupaten Pasuruan. Total sampai dengan hari ini ada 157 kasus. Dari jumlah tersebut, 31 sapi mati, kemudian 98 sapi dinyatakan sakit akibat PMK, 5 sapi dipotong paksa, dan 23 sapi dijual.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023