TPID Dukung Pengembangan Urban Farming
Thursday, 15 February 2024 15:06 WIB
Ketua TPID kota Bogor melakukan penanaman dan menyalurkan bantuan bibit kepada masyarakat. (Dok.Diskominfo Kota Bogor)
Radarsuara.com - Untuk mengendalikan inflasi, Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor Syarifah Sofiah mendukung masyarakat dalam pengembangan pertanian perkotaan atau Urban Farming.
Salah satu aksinya, Syarifah bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Mekar Mencrang melakukan gerakan penanaman cabai yang saat harganya dipasaran sangat tinggi.
Ketua TPID yang juga Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas yang juga berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Beberapa waktu lalu ketika terjadi inflasi, harga cabai di tingkat nasional dan daerah termasuk Kota Bogor sempat menyentuh harga Rp 100 ribu/per kilogram.
Dan untuk menekan inflasi, pihaknya melakukan kerja sama dengan daerah penghasil cabai agar menjual hasil pertaniannya ke Kota Bogor, sehingga permintaan pasar bisa terpenuhi dan harga jualnya bisa berangsur turun.
"Jadi, saat ini harganya kembali turun di angka Rp 55 ribu-Rp 70 ribu per kilogram untuk cabai merah besar ataupun keriting dan cabai rawit merah," tuturnya.
Dia menjelaskan, alasan kenapa yang ditanam adalah cabai, karena ketika melakukan monitoring harga bahan pokok cabai ini termasuk yang menyumbang inflasi.
"Ya, cabai jadi mahal karena memang permintaannya tinggi termasuk di Kota Bogor, sementara produksinya kurang" katanya.
Masih kata Syarifah, selain dikonsumsi oleh rumah tangga permintaan cabai juga tinggi di tingkat hotel, kafe dan restoran hingga UMKM.
"Untuk antisipasi agar tidak bergantung pada daerah penghasil yang bisa saja juga terkena kendala ketika panen saat musim hujan, maka kebutuhan cabai di dalam kota bisa ditangani oleh hasil gerakan tanam cabai ini," tambahnya.
Ia juga mengatakan, Kota Bogor ada beberapa pertanian cabai, Tapi hasil panennya belum dijual ke pasar juga sudah habis dibeli oleh warung-warung sekitar.
"Jadi di tingkat wilayah juga sudah bisa dijual. Jadi untuk pasarnya (penjualan) tidak ada kendala," ungkap perempuan yang juga Sekda Kota Bogor itu.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023