Dinas Pertanian Grobogan Lakukan Penyelamatan Tanaman Dampak Banjir
Monday, 12 February 2024 11:05 WIB
Lahan pertanian di Kabupaten Grobogan Terendam Banjir. (Dok.swadayaonline)
Radarsuara.com - Memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi, ribuan hektar lahan pertanian di Kabupaten Grobogan dilanda banjir. Sebagian petani dihantui gagal panen.
Salah seorang petani, Wiji mengatakan, banjir tersebut mengakibatkan ribuan hektare sawah yang dikelola para petani terancam gagal panen, sebab tanaman yang ditanam mati dan hanyut dibawa banjir.
"Tanaman padi saya baru berusia 15 hari, terendam banjir hingga satu meter pasti rusak dan mati, karena belum ada tanda-tanda air surut," ungkapnya.
Menyikapi insiden itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Sunanto membenarkan, bahwa bencana tersebut mengancam terjadinya gagal panen dikalangan petani.
Namun lanjutnya, pihaknya terus berupaya melakukan penyelamatan berbagai jenis tanaman pertanian seperti padi, jagung, bayam, kacang panjang, pare, terong, kedelai, hortikultura dan bawang merah yang terendam banjir.
"Iya betul, dampak banjir ini sudah di depan mata, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk dapat menyelamatkan. Total lahan yang terendam banjir sekitar 4.194 hektare lahan persawahan di tersebar di 56 desa di 15 kecamatan," paparnya.
Dirinya menjelaskan, banjir akibat itu terjadi akibat meluap dan jebolnya sejumlah sungai pada Senin, 5 Februari 2024. "Ya, sampai sekaran banjir masih merendam persawahan dengan ketinggian air 50-200 sentimeter," ucap Sunanto.
Masih kata dia, semakin lamanya tanaman pertanian terendam, maka dipastikan banyak tanaman berusia 10-25 hari mati akibat membusuk.
"Kami terus melakukan pendataan, untuk mengetahuia pasti luas sawah yang kemungkinan akan mengalami gagal panen, meskipun diperkirakan lebih dari 50 persen," imbuhnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023