Ribuan Hektare Sawah di Barito Selatan Dilanda Banjir
Wednesday, 07 February 2024 15:16 WIB
Sawah dilanda banjir pasa saat musim tanam. (Dok.detik.com)
Radarsuara.com - Ribuan hektare sawah di Barito Selatan dilanda banjir. Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menerjunkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan kepada petani.
Kepala DKPPP Barito Selatan Ida Safitri mengatakan, berdasarkan laporan ada sekitar 1.378 hektare lahan pertanian yang terendam banjir selama beberapa hari terakhir.
Menurut dia, lahan yang terkena bencana banjir adalah pesawahan yang telah melakukan tanam pada bulan Oktober-Maret (Okmar) tahun 2023/2024. Dengan kondisi seperti itu maka rawan terjadi kegagalan panen.
Masih kata Kepala DKPPP lokasi lahan yang dilansir banjir ada di 3 kecamatan yakni yakni Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kecamatan Dusun Utara dan Kecamatan Dusun Selatan.
Berdasarkan data, untuk kecamatan Dusun Selatan seluas 500,24 hektare, Kecamatan Gunung Bintang Awai seluas 295 hektare dan Dusun Utara seluas 540 hektare.
Dia juga menjelaskan, lahan pertanian di 3 kecamatan yang banjir itu masuk musim tanam mulai Oktober - Maret. Sementara wilayah kecamatan lainya seperti Kecamatan Karau Kuala, Dusun Hilir masuk musim tanamnya adalah April-September.
"Jadi, lahan 1.378 hektare yang terendam banjir itu saat ini sudah masuk usia tanam padi rata-rata mencapai 100 hari dan kondisi padi sedang bunting," ungkapnya.
Untuk itu, dirinya berharap padi yang saat ini terendam banjir bisa terselamatkan, mengingat padi yang ditanam adalah padi bibit lokal yang tahan terhadap banjir.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya sudah mengambil langkah, salah satunya melakukan pendampingan dan pengawalan pada kelompok tani.
"Jadi, kami menurunkan PPL dan petugas organisme pengganggu tanaman untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang dialami akibat banjir,” tuturnya.
Penyuluh juga akan memeriksa, seberapa banyak tanaman yang bisa di pertahankan atau selamatkan, dengan perlakuan khusus seperti mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman yang bisa menyerang padi pasca banjir.
Dengan tim terjun ke lapangan, diharapkan akan memperoleh data yang valid, kerusakan dan gagal panen padi ada berapa hektar, tanaman dan perkebunan lainya dan berapa jumlah ternak warga akibat banjir
"Bagi yang memang tanamannya rusak dan gagal panen, nanti bisa di klaim melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan kita bisa beri bantuan bibit untuk ditanam kembali," pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023