Demi mendukung ketahanan pangan nasional, kata dia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya di antaranya pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi baru, peningkatan tata kelola operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, serta rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi.
“Selain upaya-upaya tersebut, kita juga perlu melakukan modernisasi irigasi untuk meningkatkan keandalan layanan irigasi menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan melebihi perencanaan semula,” kata Zainal, Kamis 25 Januari 2024.
Zainal Fatah menjelaskan, modernisasi irigasi dilakukan melalui kegiatan perbaikan dan pembaruan keandalan penyediaan air irigasi, perbaikan sarana dan prasarana irigasi, penyempurnaan sistem pengelolaan irigasi, penguatan institusi pengelola irigasi, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang nantinya itu juga akan membantu mengairi pertanian untuk menciptakan produksi pangan yang baik.
“Melalui modernisasi irigasi, kita mengharapkan perbaikan dan peningkatan kinerja layanan irigasi secara menyeluruh, khususnya pada jaringan irigasi yang dikelola pemerintah daerah. Sehingga diharapkan dapat meningkatan produktivitas pertanian guna mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Zainal Fatah mengungkapkan, implementasi modernisasi irigasi telah mulai dilakukan di DI Rentang, Provinsi Jawa Barat yang mengairi areal pertanian seluas 87.840 hektar di tiga kabupaten yakni Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu dengan memanfaatkan debit Sungai Cimanuk.
“Dengan modernisasi yang telah dilakukan, diperkirakan pada tahun 2025 dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga 280 persen di tiga kabupaten yang didukung DI Rentang,” katanya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam