Pertanian dan Peternakan

Ini Solusi Dipertan Kabupaten Wonogiri Atasi Pengurangan Pupuk Bersubsidi

Wednesday, 24 January 2024 13:11 WIB
Petani di Wonogiri sedang memupuk tanaman padi. (Dok.solopos.com)

Radarsuara.com - Pengurangan pupuk bersubsidi bagi petani menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, seperti halnya di Kabupaten Wonogiri. Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian (Dispertan) dengan cepat memberikan solusi.

Kepala Dispertan Wonogiri Baroto mengatakan bahwa jatah pupuk subsidi untuk petani yang didistribusikan ke kabupaten/kota untuk masa tanam tahun ini memang terbatas.
 
Berdasarkan data 2023, alokasi pupuk urea bersubsidi yakni 30 ribu dengan realisasi 26.677,94 ton. Antara lain NPK 21 ribu ton dengan realisasinya 18.970,45 ton. Sedangkan NPK formula khusus, alokasinya 220 ton terealisasi 74,30 ton.
 
Sedangkan untuk tahun 2024, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) pupuk urea 43.282,21 ton dengan alokasinya 22.863,81 ton.
 
"RDKK NPK 58.692,18 ton dan alokasinya 17.248,32 ton. Sedangkan RDKK NPK formula khusus 89,29 ton dan alokasinya 12,61 ton," jelasnya.
 
Dijelaskannya, bahwa pembagian kuota pupuk adalah kewenangan pemerintah pusat yang disalurkan ke pemprov lalu ke pemkab.
 
"Plot pupuk subsidi tahun ini berkurang, maka kami breakdown (kuota pupuk bersubsidi) sesuai kebutuhan kelompok tani," ungkapnya.
 
Masih kata dia, kebutuhan dan kuota pupuk di setiap kecamatan tidak sama. Sebab itu, diperlukan pembagian secara secara proporsional, sehingga terjadi keadilan di kalangan petani.
 
"Jadi, memang jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Wonogiri  tahun ini menyusut, karena disesuaikan kemampuan keuangan pusat, namun kami telah mendapatkan informasi akan ada revisi DIPA dan ada tambahan subsidi pupuk dari tingkat pusat setara 2,5 juta ton," paparnya.
 
Namun lanjutnya, revisi itu belum pasti, untuk itu pihaknya masih menunggu revisi DIPA untuk breakdown ke tiap provinsi dan kabupaten. "Nanti itu diperkirakan dieksekusi di Maret-April," jelasnya.
 
Dirinya juga menegaskan, dengan rencana jumlah penambahan tersebut bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani juga tetap belum mencukupi.
 
"Sebagai solusinya, kami dorong petani agar memakai pupuk nonsubsidi. Kemudian kembali ke pupuk organik. Masyarakat sekarang sudah pintar mengolah itu," tandas dia.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...