Pertanian dan Peternakan

Budidaya Padi Menggunakan Teknologi Salibu Dapat Tingkatkan Produksi

Thursday, 18 January 2024 11:01 WIB
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat berbincang dengan petani. (Dok.JabarProv)

Radarsuara.com - Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyebut sistem budidaya padi teknologi salibu dapat meningkatkan produksi padi sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, teknologi ini dapat membuat penanaman lebih efisien dan menambah jumlah panen dalam satu tahun.
 
"Di mana dalam satu tahun bisa minimal lima kali panen bahkan bisa jadi tujuh kali panen," kata Bey, Kamis 18 Januari 2024.
 
Bey membeberkan, ada beberapa kelebihan lain dari budidaya padi teknologi salibu, seperti mengurangi biaya produksi, umur panen lebih cepat, dan hasil panen yang besar. 
 
"Biaya menurun hampir 40 persen tapi produksi meningkat. Jadi bayangkan, kalau lima kali saja, satu kali panen tujuh ton berarti kan lima kali tujuh sudah menghasilkan 35 ton," bebernya.
 
Berbeda dengan konvensional. Bey menilai cara ini sudah kurang relevan bila terus diterapkan dalam pertanian.
 
"Kalau yang cara konvensional, paling banyak itu tiga kali dalam satu tahun panen dan satu kali panen paling lima sampai enam ton. Belum lagi biayanya juga lebih mahal. Karena setiap panen mesti ada proses lagi untuk penanaman dan sebagainya. Kalau ini (salibu) setelah panen, sudah tinggal ditanam saja," kata dia.
 
Karena itu, Bey mendorong Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) untuk memperluas penerapan budidaya padi teknologi salibu, termasuk mensosialisasikannya kepada penyuluh. 
 
Pemda Provinsi Jabar melalui DTPH Jabar pun kata dia, terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Budidaya padi teknologi salibu dapat menjadi salah satu upayanya. 
 
"Nanti DTPH akan melakukan sosialisasi atau semacam pelatihan kepada penyuluh," tandasnya.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...