Masih Banyak Pekerjaan Rumah untuk Petani Tuban dan Bojonegoro
Wednesday, 17 January 2024 12:15 WIB
Foto bersama IPB University bersama para petani di Blora, Jawa Tengah. (Dok.IPB)
Radarsuara.com - IPB University menggelar diskusi pertanian bersama dengan kelompok tani di Desa Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.
Dari diskusi tersebut, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono mengungkap petani di Blora termasuk di Tuban dan Bojonegoro saat ini menghadapi berbagai permasalahan dalam budidaya padi.
Di antaranya adalah curah hujan yang tidak menentu, hama penyakit yang semakin banyak dan bantuan pupuk yang kurang.
Dari kondisi tersebut, Suryo menyebut bahwa IPB University memberikan sebuah tawaran solusi. Yakni dengan sistem pertanian biointensif padi.
"Pertanian bioitensif ini merupakan sistem produksi padi yang mengoptimalkan proses alami dan hayati untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dengan komponen utama bio imunisasi tanaman, kecukupan bahan organik, optimalisasi pupuk kimia sintetik dan tidak menggunakan pestisida,” jelas Suryo dalam keterangannya, Rabu 17 Januari 2024.
Lanjutnya, pertanian biointensif padi yang telah dikembangkan IPB University selama 10 tahun terakhir telah diuji coba di berbagai daerah seperti Karawang, Subang, Indramayu, Tegal, Bojonegoro dan Gresik.
Terbukti, teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi hingga 25 persen, menurunkan penggunaan pupuk sintetik dan menurunkan hama penyakit secara drastis.
“Untuk pertanian yang cenderung kurang air, teknologi Padi Gogo lebih cocok diterapkan. IPB University telah menghasilkan varietas padi gogo IPB 9G dan IPB 10G yang toleran kering. Padi IPB 9G sekarang digunakan petani mitra Fakultas Pertanian IPB University seluas 21 hektar yang tersebar di Pati, Blora, Bojonegoro, Gunung Kidul dan Bantul,” ungkap Guru besar Ilmu Proteksi Tanaman tersebut.
Terpisah, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, seluruh petani perlu menerapkan teknologi yang cocok dan modern untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanian.
"Diharapkan IPB University dapat membuat demplot ukuran besar (dem-farm), untuk menyebarluaskan berbagai teknologi yang dimiliki,” tandasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023