Pertanian dan Peternakan

Mahasiswa ITB Pelajari Bisnis Pertanian Modern 

Monday, 08 January 2024 12:02 WIB
Mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian, Institut Teknologi Bandung (ITB) mempelajari bisnis pertanian modern ke CV. Bumi Agro Technology (BAT) di Lembang, Kabupaten Bandung. (Dok.itb.ac.id)

Radarsuara.com - Puluhan mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Pertanian, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dua dosen pengampu mempelajari bisnis pertanian modern melalui kegiatan kuliah lapangan ke CV. Bumi Agro Technology (BAT) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Asisten Akademik ProdiIr. Agustania Tjahjadimulja mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Agribisnis dan Kewirausahaan.
 
"Kerja sama antara perguruan tinggi dan kelompok tani diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pertanian di daerah," ujarnya.
 
Sementara CEO CV. BAT, Diky Indrawibawa, menyampaikan manajemen agribisnis yang dijalankan perusahaannya berfokus pada produksi bibit kentang, stroberi, dan tanaman sayuran.
 
"Saat ini sebagian besar bibit kentang, terutama kentang industri, masih diimpor. Kentang yang dibutuhkan industri memiliki karakteristik berbeda dengan kentang sayur lokal yang umumnya beredar di pasaran," jelasnya.
 
Menurut dia, kentang sayur lokal cenderung memiliki pati rendah dan gula tinggi sehingga saat digoreng akan browning. Hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
 
"Jadi, kalau Industri ini memerlukan kentang dengan kadar pati tinggi dan kadar gula rendah untuk memenuhi standar kualitas yang diinginkan," tambahnya.
 
Sejauh ini kata dia, perusahaan tersebut menerapkan sistem closed loop dalam kegiatan agribisnisnya. Perusahaan tidak hanya memasok berbagai varietas kentang dan stroberi ke seluruh Indonesia sesuai pesanan, tetapi juga bekerja sama dengan kelompok tani lokal untuk menanam dan membudidayakan kentang dan stroberi sesuai standar. 
 
Setelah itu, peserta melihat langsung kegiatan operasional perusahaan di greenhouse kentang dan greenhouse stroberi.
 
Di greenhouse kentang, peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang produksi bibit kentang. 
Sementara itu, di greenhouse stroberi, peserta diajak memahami produksi bibit stroberi. Perbanyakan bibit stroberi dilakukan di atas polybag dengan media cocopeat dan kompos. 
 
Salah seorang peserta, Ardyanto Rizky Pratama (BA’20), menanggapi positif kegiatan tersebut. Sebab membuka wawasan terkait bisnis pembibitan terkhususnya kentang dan stroberi.
 
"Jadi, kami belajar juga close system market dan bagian operasionalnya secara detail. Untuk aplikatif agribisnis sudah sesuai banget,” tuturnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...