Pertanian dan Peternakan

Yang Harus Kalian Tahu dari Sistem Pertanian Hidroponik

Tuesday, 26 December 2023 11:07 WIB
Pertanian sistim hidroponik. (Dok.kulonprogokab.go.id)

Radarsuara.com - Modernisasi pertanian telah menggeser sistem budidaya pertanian konvensional menuju metode penanaman pangan berkelanjutan, rotasi tanaman, dan pertanian dengan sistem hidroponik.

Pada dasarnya, hidroponik merupakan metode menanam tanaman tanpa tanah. Bagi awam ini menjadi hal aneh karena tanaman biasanya mendapatkan nutrisi dari tanah. 
 
Sebenarnya, pertanian hidroponik memberikan beberapa kelebihan sehingga menjadi keuntungan bagi petani, misalnya pertanian hidroponik yang dilengkapi dengan green house akan mengurangi serangan hama serangga dan sejenisnya.
 
Berbeda dengan bercocok tanam tanaman pangan yang masih bergantung dengan penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya, sebab akan  berdampak negatif terhadap air dan tanah. Dampak lain yang menghawatirkan adalah terhadap kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.
 
Mengacu pada definisi hidroponik secara harfiah maka tanaman yang ditanam secara hidroponik akan mendapatkan nutrisi dari hasil pengolahan air yang kemudian dialirkan pada akar tanaman tersebut. 
 
Jadi Hidroponik adalah salah satu metode bercocok tanam tanpa tanah (soilles), dimana nutrisi diperoleh dari air yang telah dipenuhi dengan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
 
Sistem pertanian hidroponik dapat digunakan dalam skala kecil maupun besar. Masyarakat yang tidak memiliki lahan luas, seperti yang tinggal di komplek perumahan atau di perkampungan padar masih bisa mempraktikkan hidroponik untuk menanam tanaman.
 
Secara natural tanaman dapat tumbuh dengan baik apabila terpenuhi tiga hal yaitu, siinar matahari yang cukup, air dan 
nutrisi.
 
Dan wajib diketahui, bahwa jenis pertanian Hidroponik ada dua sistem antara lain, sistem aktif dan sistem pasif.
 
Sistem aktif adalah dimana akar tanaman mempunyai akses langsung terhadap nutrisi atau unsur hara melalui air yang disirkulasikan langsung pada akar.  Pada sistem ini air terus mengalir dimana terdapat akar tanaman, maka diperlukan alat pompa air agar air terus dapat mengaliri akar tanaman. 
 
Disamping itu diperlukan bak tandon (reservoir) untuk penampungan air yang telah penuh dengan nutrisi. Pada sistem aktif akar langsung dapat mengakses nutrisi yang diperlukan dan apabila nutrisi berlebih akan dikembalikan ke bak penampungan, begitu seterusnya sistem ini berjalan.
 
Sedangkan untuk sistem hidroponik pasif, tidak memerlukan pompa untuk mensirkulasikan larutan. Akar tanaman memerlukan metode atau alat untuk bisa mencapai air yang sudah dipenuhi nutrisi
 
Misalnya dengan banjir, atau bisa juga dengan sistem alat bantu sumbu kapiler. Jenis pertanian hidroponik ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat pompa air.
 
Kelemahan sistem pasif adalah harus secara reguler mengganti air sebagai media tanamnya. Disamping itu karena sistem air yang pasif akan mengundang pertumbuhan lumut yang dapat mempengaruhi kualitas air.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...