Pertanian dan Peternakan

Petani di Kabupaten Bandung Maksimalkan Program Tani Pekarangan 

Saturday, 16 December 2023 13:00 WIB
Para petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat diajarkan untuk mampu mengubah perilaku ekonomi dan memberikan nilai tambah dengan memaksimalkan program Tani Pekarangan. (Dok.JabarProv)

Radarsuara.com - Para petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat diajarkan untuk mampu mengubah perilaku ekonomi dan memberikan nilai tambah dengan memaksimalkan program Tani Pekarangan.

“Dulu petani di sini membiarkan pekarangan yang kosong untuk menanam. Sekalipun mereka biasa menanam di ladang, tetapi mereka tak terpikir lahan kosong di sekitar rumahnya ditanami,” ujar Koordinator Program Pertanian Pekarangan Kelompok Tani Himpunan Orang Tani dan Niaga (Hotani), Irmawati, Sabtu 16 Desember 2023.

Irma menyadari bahwasanya upaya mengubah perilaku tersebut tidak lah mudah. Karenanya, hal itu membutuhkan butuh ketelatenan dan konsistensi untuk sama-sama berkembang.

“Begitu diajak mereka mengeluh, merasa banyak masalah, seperti problem gangguan ayam, air dan lain sebagainya. Tetapi kalau kita telaten, pada akhirnya masalah bisa teratasi,” jelasnya.

Menurut Irma, kegiatan pertanian pekarangan yang dilakukan bersama kalangan ibu rumah tangga banyak memberi manfaat. Mereka yang terbiasa menganggur di waktu pagi dan sore mendapatkan aktivitas yang menanam dan menjual.

“Tanah yang kosong menjadi lebih terawat dengan adanya tanaman di polybag. Secara ekonomi juga bagus karena ibu-ibu tidak usah belanja sayuran. Kalau punya tanaman sendiri pengeluaran belanja dapur jadi hemat. Biasanya untuk sayuran setiap hari bisa keluar uang Rp10.000. Artinya hemat Rp300.000 setiap bulan dan kalau sayuran berlebih dijual. Ada yang untung Rp200.000,” katanya.
 
Irma menambahkan, kelebihan bertani di pekarangan itu adalah bisa dijalankan dalam keadaan kemarau panjang sekalipun. Sementara saat bertani di ladang hanya bisa dijalankan saat musim hujan. Tani pekarangan bisa panen 7-8 kali dalam setahun. Sementara pertanian sayuran di ladang hanya bisa panen 2 atau 3 kali dalam setahun.

Diketahui, gerakan tani pekarangan yang diinisiasi Yayasan Odesa Indonesia ini telah berjalan cukup masif, salah satunya di kampung Desa Mekarmanik dan Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan yang saat ini jumlah binaannya telah mencapai 400 warga.

Untuk program tahun 2023 ini Odesa Indonesia bekerja sama dengan Bayan Tree Global Foundation dari Bintan. 

Menurut Pendamping Ekonomi Pertanian Odesa Indonesia, Basuki Suhardiman, spirit dalam program tani pekarangan adalah mengatasi kemiskinan dengan menumbuhkan etos kerja baru sekaligus menyuplai gizi.

“Tani pekarangan sangat konkret dengan catatan harus melalui pendampingan panjang. Tidak bisa sekali sosialisasi sekali kegiatan langsung jalan,” kata Basuki.


Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...