Jumlah Petani di Bantul Berkurang
Friday, 15 December 2023 11:02 WIB
Ilustrasi petani. (Dok.Pixabay)
Radarsuara.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Kabupaten Bantul, Yogyakarta berkurang hingga sekitar 4 ribu orang dari tahun sebelumnya.
Pada 2022, BPS mencatat terdapat 62.297 orang petani. Sementara di 2023 menurun hingga tersisa sekitar 58 ribu petani.
Ketua Gapoktan Patalan, Kabupaten Bantul, Sumantri mengatakan, menurunnya regenerasi petani dikarenakan sektor ini dianggap tidak menguntungkan.
Apalagi, kata dia, saat ini harga bahan pokok untuk pertanian seperti pupuk mengalami kenaikan harga.
“Harga pupuk mahal sementara harga jual saat panen murah,” kata Sumantri, Jumat 15 Desember 2023.
Tak hanya itu, dia menyebut tingginya biaya produksi juga tidak sebanding dengan hasil yang didapat saat panen. Hal itu membuat generasi muda tidak tertarik pada sektor ini.
Sumantri mengaku regenerasi petani di kelompok taninya seret, karena tidak ada petani muda yang berminat. Adapun para petani yang tergabung dalam Gapoktan Patalan saat ini rata-rata sudah berusia tua.
"Saat ini kurangnya sosialisasi dari pemerintah untuk menjadi petani penerus,” kata dia.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Poktan Nglebeng, Subandi. Dia mengungkapkan, regenerasi petani menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah petani.
Sebagian besar petani yang ada di kelompok taninya berusia di atas 50 tahun. Subandi menyebut, di kelompok taninya sempat dibentuk taruna tani di tingkat gapoktan atau kelurahan. Namun taruna tani tersebut tidak berjalan hingga sekarang.
“Awalnya dibentuk untuk regenerasi menggantikan petani tua. Cuma dibentuk saja tapi tidak berjalan,” katanya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023