Pemkab Lebak Dorong Petani Beralih ke Pertanian Organik
Wednesday, 06 December 2023 11:10 WIB
Ilustrasi Padi Organik. (Dok.infopublik.id)
Radarsuara.com - Dinilai lebih menguntungkan petani, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian mendorong para petani untuk terus mengembangkan pertanian organik, supaya tidak terus tergantung terhadap pemakaian pupuk kimia.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, bahwa saat ini di daerahnya, pertanian organik mulai digemari petani karena lebih menguntungkan dan banyak permintaan masyarakat.
"Sekarang, tren masyarakat sangat mencintai produk pertanian organik," kata dia
Selama ini, petani di Kabupaten Lebak menggeluti pertanian organik pangan, sayuran maupun palawija masih relatif kecil dengan alasan produksi dan produktivitas tidak maksimal serta berdampak terhadap pendapatan ekonomi mereka.
"Padahal, pertanian organik ini sangat menguntungkan karena permintaan pasar cenderung tinggi dibandingkan non organik," jelansya.
Untuk itu, pihaknya berharap petani di 28 kecamatan dapat mengembangkan pertanian organik dan bisa dipasarkan melalui media sosial secara online.
"Kita mengapresiasi beberapa petani yang mengembangkan pertanian organik bisa hidup sejahtera," tuturnya.
Dia bangga pada petani karena mampu mengembangkan pertanian pangan organik beras ungu di lahan seluas 10 hektare. Mereka memproduksi beras ungu organik itu dengan masa panen selama 6 bulan.
"Jadi, petani menggunakan benih varietas lokal ini, sebab sudah mendapatkan Sertifikat Konversi Organik dari Kementerian Pertanian. Dan berdasarkan informasi dari petani produk organik bisa menguntungkan cukup besar," paparnya
Salah seorang petani Muhdi mengaku, dirinya mengembangkan beras ungu organik karena permintaan masyarakat cenderung meningkat sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga.
Produksi beras ungu organik manfaat untuk kesehatan cukup besar, terutama cocok bagi penderita diabetes mellitus.
"Kami menjual beras ungu organik secara online dengan ukuran 900 gram dijual Rp25 ribu per kemasan dan bisa menghasilkan pendapatan Rp20 juta per bulan," tuntasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023