Hal itu diapresiasi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) Menurutnya, festival durian lokal tersebut mampu mengangkat potensi pertanian dan pariwisata.
“Festival ini selain mengenalkan durian lokal sekaligus promosi pariwisata karena mampu menarik orang-orang untuk bisa datang ke Bantarbarang utamanya Kecamatan Rembang ada MTL dan juga curug di sini,” kata Bupati.
Menurut Bupati, meski festival durian baru pertama kali diselenggarakan, namun antusiasme masyarakat luar biasa. Sebab masyarakat dari berbagai penjuru bahkan dari luar kota datang dan rela mengantri di jalan demi mencapai lokasi festival durian.
“Jadi dari mulai masuk Bantarbarang sampai lokasi itu sudah macet dan butuh perjuangan yang luar biasa. Saya naik sepeda motor dan itupun berhenti sehingga tadi sempat berjalan kaki juga,” ujarnya.
Untuk itu, Bupati menekankan perlu adanya evaluasi dari panitia penyelenggara agar nantinya festival durian dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
“Jadi ke depan kita sependapat bahwa kegiatan festival ini harus kita lanjutkan lagi," pesannya.
Bupati juga menjelaskan bahwa di Desa Bantarbarang khususnya Dusun Sumingkir ada sekitar 300 hektar perkebunan yang ditanami durian, yang memiliki rasa yang manis dan tidak kalah dengan durian lainnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa festival memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat dan petani durian yakni adanya perputaran ekonomi.
“Kegiatan ini sangat positif dalam rangka menggerakkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, para kelompok taninya sejahtera, kemudian mereka juga bisa mendapatkan pendapatan dari transaksi jual beli durian yang ada,” tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam