Pertanian dan Peternakan

17.970 Hektare Lahan di Purwakarta Masuk Status Lahan Abadi

Friday, 24 November 2023 11:10 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mengoptimalkan lahan pertanian dengan mengunci alih fungsi demi meningkatkan produktivitas hasil tani. Salah satunya melalui pembangunan dam. (Dok.Purwakarta)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, mengoptimalkan lahan pertanian dengan mengunci alih fungsi demi meningkatkan produktivitas hasil tani.

Salah satunya yang dilakukan di kampung Cileutik, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru. Di sana, pemerintah melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) telah merealisasikan program optimalisasi tersebut dengan membangun DAM yang memiliki lebar 8 meter, tinggi 2 meter yang membendung aliran Sungai Cileutik.
 
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan, dari luas baku sekitar 19 ribu hektare yang menjadi lahan abadi mencapai 17.970 hektare. 
 
"Lahan tersebut, tidak boleh diganggu gugat, kepentingannya untuk pertanian saja," tegasnya, Jumat 24 November 2023.
 
Menurutnya, kebijakan tersebut, adalah sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan lahan abadi pertanian. Jika tidak ada kebijakan ini, maka lahan pertanian terancam akan terus menyusut.
 
Kata Midan, luas lahan pertanian di wilayahnya memang kecil, jika dibanding daerah tetangga Subang dan Karawang. Tetapi, meskipun begitu kehadiran lahan pertanian ini cukup memberi kontribusi untuk ketersediaan beras nasional.
 
"Kami berupaya untuk tetap mempertahankan lahan pertanian ini supaya tidak habis oleh alih fungsi. Meski alih fungsi di Purwakarta cukup rendah. Tidak sampai 30 hektare per tahun. Tapi, tetap saja lahan tersebut harus diproteksi supaya tetap abadi menjadi area persawahan," ujar Midan.
 
Diketahui, selain dam bendung air tersebut, Dispangtan melalui Seksi Pengelolaan Lahan Air (PLA) pada Bidang Sumber Daya Pertanian (SDP) bersama para anggota Kelompok Tani Cileutik, Desa Pasanggrahan juga membangun saluran irigasi yang menembus areal persawahan di kaki Gunung Parang itu sepanjang 430 meter.
 
"Alhamdulillah, saat ini pengerjaan dam dan saluran irigasinya sudah selesai dibangun dan sudah bisa dimanfaatkan oleh para petani. Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran Dispangtan, Pemkab Purwakarta dan Kementerian Pertanian," ujar Ketua Kelompok Tani Cileutik, Desa Pasanggrahan, Wawan Mulyana.
 
Menurut Wawan, dengan program ini para petani di wilayah tersebut berharap bisa meningkatkan hasil pertanian, khususnya padi yang awalnya dalam satu tahun hanya satu sampai dua kali panen ke depan menjadi dua sampai tiga kali panen.
 
"Sebelum dibangun dam, air yang berasal dari sumber air Sungai Cileutik distribusinya belum optimal. Dengan dam dan saluran irigasi yang telah dibangun bersama dinas pertanian ini, ditargetkan bisa mengairi areal persawahan seluas lebih dari 50 hektare," kata Wawan.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...