Dua Kelompok Tani Dewasa Diberi Bantuan 40 Ekor Sapi
Tuesday, 21 November 2023 11:08 WIB
Penyerahan Sapi Kepada Kelompok Tani Dewasa. (Dok. Diskominfo Kota Bogor)
Radarsuara.com - Melalui aspirasi Anggota DPR RI dua Kelompok Tani Dewasa (KTD) di Kota Bogor diberikan bantuan atau hibah 40 ekor sapi potong betina jenis peranakan ongole (PO) dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Dua KTD yang menjadi penerima manfaat bantuan tersebut adalah Gerakan Masyarakat Mandiri Raya (Gemmar) di Kampung Bubulak, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor utara dan KTD Berkah Tani Mekarwangi RT 1/7 Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.
Penyerahan bantuan sapi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
"Bantuan 40 ekor sapi ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, unit pelaksana teknis pusat Balai Veteriner Subang melalui dana program aspirasi DPR RI," kata Dedie Rachim.
Menurut Dedie, pemerintah memiliki keinginan untuk meningkatkan populasi, produksi sapi potong yang selama ini kebutuhan dalam negeri dipenuhi dari impor.
"Nah, program pemerintah memberikan sapi kepada kelompok tani, harapannya jumlah populasi sapi ternak sapi potong ini meningkat, sehingga ketergantungan terhadap impor semakin berkurang," tuturnya.
Dia juga menjelaskan, bantuan tersebut akan disinergikan dengan dinas terkait, terutama untuk Inseminasi buatannya sehingga nanti produktifitasnya tinggi.
"Jadiz kalau bisa dalam satu tahun menghasilkan satu sapi satu ekor. Harapannya dua kali lipat 1 tahun bereproduksi," ujarnya.
Sementara Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anizar mengatakan setelah penyaluran ini pihaknya akan rutin melakukan monitoring.
Untuk tahap awal pemantauan dilakukan pada kondisi kesehatan hewan, nafsu makan dan sebagainya, treatment awal itu untuk melihat kondisi sapi karena kan habis perjalanan jauh.
"Kita kan tidak tahu bagaimana kondisi di jalan, makanya, kita pantau seminggu ini kita lihat perkembangan kesehatannya," ujarnya.
Menurutnya, setiap KTD selama satu bulan sekali akan diberikan penyuluhan dan dilakukan evaluasi dari laporan hasil rawatan ternak. Dan sapi yang sudah lolos uji laboratorium, untuk pengembangbiakan akan dilakukan dengan teknik Inseminasi.
"Inseminasi buatan itu kan kawin suntik ya kawin secara buatan. Jadi bibit sperma itu yang kita suntikan ke betinanya, sehingga mereka tidak perlu jantan," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023