Pertanian dan Peternakan

Program Ketahanan Pangan Pemkab Tuban Diapresiasi Gubernur Khofifah

Thursday, 16 November 2023 12:09 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan serahkan penghargaan Peduli Ketahanan Pangan kepada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. (Dok.Tubankab.go.id)

Radarsuara.com - Program ketahanan pangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yakni Puas Di Hati (Pupuk Asli Dihasilkan Petani) dan Gerbang Pertama (Gerakan Bangkit Pertanian Menuju Alam) mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan bersamaan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-43 Provinsi Jawa Timur Tahun 2023.
 
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan peringatan Hari Pangan Sedunia ini menjadi momentum untuk menguatkan tekad dan komitmen bersama untuk menjaga Jatim sebagai lumbung pangan nasional. 
 
Produksi padi di Provinsi Jawa Timur, kata dia, mengalami surplus mencapai 9,23 persen. Dengan demikian stok padi di Jawa Timur aman, bahkan juga menjadi penyangga ketahanan di provinsi luar pulau Jawa.
 
“Provinsi Jawa Timur menyuplai padi di Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, dan 18 provinsi di wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.
 
Gubernur Jatim, Khofifah memberikan apresiasi atas kesadaran kelompok petani di Kabupaten Tuban terkait penggunaan pupuk organik.
 
Menurutnya, pemanfaatan pupuk organik akan berdampak pada kualitas hara tanah akan terjaga, ongkos produksi dapat diturunkan, dan produksi padi meningkat.
 
Dari yang semula 7 ton per hektare telah meningkat menjadi 12 ton per hektare. Keberhasilan penggunaan pupuk organik oleh petani Kabupaten Tuban menjadi referensi dan contoh bagi petani lain di Jawa Timur dan Indonesia. “Ini menjadi best practice yang dapat ditiru bagi petani lainnya,” ungkapnya.
 
Khofifah menekankan agar pengelolaan pertanian dikerjakan dengan konsep hulu hilir. Tujuannya, agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sebagai contoh di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban dilakukan lelang langsung di sawah pascapanen.
 
Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Tuban bersama petani dalam optimalisasi lahan pertanian secara berkelanjutan. 
 
Lebih lanjut, kata dia, Pemkab Tuban berkomitmen mewujudkan Tuban yang mandiri dan berdaulat pada sektor pangan, meliputi tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan. 
 
"Kabupaten Tuban merupakan daerah potensi pangan yang berwawasan pada penerapan usaha tani organik. Sebagai upaya mewujudkan komitmen tersebut, dilaksanakan melalui penerapan beberapa inovasi," jelasnya.
 
"Pertama, Puas Di Hati (Pupuk Asli Dihasilkan Petani), berupa fasilitasi produksi pupuk organik yang dikelola secara agrobisnis oleh petani untuk percepatan peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani," kata dia.
 
Tak hanya itu, lanjutnya, ada juga program Gerbang Pertama (Gerakan Bangkit Pertanian Menuju Alam), yaitu gerakan pertanian pro-organik dengan tujuan agar petani berminat menggunakan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah yang ditimbulkan oleh pupuk kimia serta mendorong petani untuk memproduksinya secara mandiri.
 
Lindra menambahkan petani di Kabupaten Tuban telah memanfaatkan saluran irigasi guna mencukupi kebutuhan air untuk lahan pertaniannya. Sebagai contoh, proses penanaman padi di Desa Karangtinoto dilakukan 3 kali dalam setahun dengan memanfaatkan aliran air Bengawan Solo yang dikelola HIPPAM setempat.
 
“Kelompok petani di Karangtinoto telah menjalankan fungsi manajemen dengan sangat baik yang berdampak pada peningkatan kesejahteraannya,” terang Lindra.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...