Sektor Pertanian di Ponorogo Berkembang Pesat
Friday, 10 November 2023 15:02 WIB
Wakil Bupati Ponorogo, Lidyarita saat menerima penghargaan untuk daerahnya yang ditetapkan sebagai daerah dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terbaik ketiga di Jawa Timur. (Dok.Ponorogo)
Radarsuara.com - Sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur berkembang pesat. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di daerah ini menempati peringkat 19 secara nasional dengan nilai 86,20 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.
Sementara di tingkat Jawa Timur, IKP Ponorogo berada di posisi ke-3 dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada. Atas capaian itu, Kabupaten Ponorogo meraih Surya Award sebagai daerah dengan IKP terbaik bersama Kabupaten Gresik dan Magetan pada acara talkshow bertajuk “Menjaga Ekonomi Jatim tetap Stabil hingga 2024” di Dyandra Convention Center Surabaya.
"Alhamdulillah kita memperoleh penghargaan di bidang ketahanan pangan dari Tribun Jatim Network,’’ ujar Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Lisdyarita.
Bunda Rita, sapaan akrabnya mengungkapkan, data lahan sawah di Ponorogo kini bertambah sekitar 200 hektare sehingga luasan totalnya menjadi 35.100 hektare.
Dengan kondisi itu, dia mengklaim ketahanan pangan kian kuat karena produksi padi tembus angka psikologis 400 ribu ton gabah kering giling (GKG) pertahun.
Sementara beberapa aspek ketahanan pangan itu meliputi ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, serta pemanfaatan pangan. Kondisi ini belum banyak tercapai di beberapa kabupaten.
Pemkab Ponorogo, kata Rita, memberi perhatian lebih pada sektor pertanian dengan mencanangkan pembangunan 250 sumur dalam untuk irigasi. Selain itu, bantuan alat mesin pertanian disalurkan kepada 140 ribu petani yang tergabung dalam 1.900 kelompok di Ponorogo.
“Itu sebagai bentuk keseriusan dalam pembangunan di sektor pertanian,’’ jelasnya.
Selain menggenjot produksi padi sehingga Ponorogo menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur, Pemkab Ponorogo juga mendorong keanekaragaman pangan melalui olahan bahan makanan non-beras dan terigu. Dari sumber pangan lokal berbahan jagung, singkong, dan berbagai jenis umbi-umbian itu dapat tercipta menu yang bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Tatkala harga bahan pangan naik sehingga memicu inflasi, Pemkab Ponorogo sengaja menggelar pasar murah.
"Masyarakat dapat menebus beras kualitas medium, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, dan bawang merah lebih murah lebih rendah dibandingkan harga di pasaran," tandas Rita.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023