Lahan yang telah diperkenalkan kepada Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin kemarin itu, berada Desa Loa, Kecamatan Tana Sitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Rencananya, lahan tersebut akan ditanami pisang cavendish, pisang jenis lannya dan nenas. Sementara untuk peternakan sendiri akan dikembangkan sapi dan kerbau.
"Anda lihat hamparan ini sampir 100 hektare. Insya Allah, tiga bulan ke depan anda akan melihat wajah 100 hektare ini akan menjadi hijau," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren Aa'adiyah Sengkang sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Anre Gurutta (AG) Prof Nasaruddin Umar.
Menurut Iman Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu, kehadiran Pj Gubernur Sulsel di Pesantren As'diayah sangat luar biasa. Karena, hamparan lahan di sekitar pondok pesantren akan dihijaukan dengan tanaman pisang cavendish dan nanas.
"Kehadiran Pak Gubernur di sini luar biasa, karena di sini akan dihijaukan dengan pisang dengan cabe dan nanas dan juga akan menyusul peternakan. Dan kalau ini terlaksana, maka kita akan menjadi pesantren di Indonesia Timur yang bisa komprehensif, di samping ada ilmu teoritis juga ada ilmu taktisnya," urainya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengaku, kehadiran dirinya di Kabupaten Wajo ini selain menanam pisang, nanas dan cabe. Juga melakukan panen raya cabe di Desa Loa, Kecamatan Tana Sitolo, Kabupaten Wajo.
"Jadi kami sama-sama hadir disini. Jadi rangkaian kegiatan satu ke pesantren As'diayah pesantren terbesar di Indonesia Timur sejak tahun 1930. Di pesantren itu juga kami akan dukung kawasan peternakan dan pertanian terutama budidaya pisang, terus mungkin nangka, nanas dan lain-lainnya," pungkasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam