Pertanian dan Peternakan

Petani Terus Didorong Wujudkan Pertanian Organik 

Thursday, 02 November 2023 17:08 WIB
Bupati Blora, H. Arief Rohman dalam kegiatan sosialisasi dan Bimtek Pertanian Organik. (Dok.blorakab.go.id)

Radarsuara.com - Dinilai lebih menguntungkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus mendorong petani untuk mengembangkan pertanian organik, sebab selain bisa menekan modal, pertanian organik hasilnya lebih sehat dan bisa mengembalikan kesuburan tanah.

Dalam kegiatan sosialisasi dan bimtek mengenai pertanian organik, Bupati Blora, H. Arief Rohman memberi semangat kepada para petani untuk mengembangkan pertanian organik.
 
Bupati menjelaskan, bahwa pertanian organik yang pendampingan dari Pertamina dan Dinas P4 Kabupaten Blora telah berhasil panen raya dan hasil panennya memuaskan.
 
“Kemarin panen padi organik yang sudah berhasil di wilayah Kedungtuban, diantaranya di Desa Bajo, Ngraho, Sidorejo. Rata-rata harga beras organik dari panenan itu bisa Rp 17.000/Kg,’’ jelasnya.
 
Menurut dia, hasil panennya mencapai  8,4 Ton/Ha gabah kering panen dan setelah diproses menjadi beras sekitar 4,1 Ton lebih. "Jika dihitung, dengan harga Rp 17.000/Kg, maka per Hektarnya bisa menghasilkan sekitar Rp 70 juta lebih," ucapnya.
 
Dirinya juga berpesan, banyaknya jumlah ternak sapi di Kabupaten Blora menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan untuk  pengembangan pertanian organik. 
 
"Jadi, pertanian organik ini bisa menjadi solusi bagi para petani untuk tetap produktif, di tengah keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat," jelasnya.
 
Bupati juga mengaku, berdasarkan hasil survei, beberapa persoalan yang disampaikan masyarakat Blora, urutan pertama adalah soal pupuk, kedua infrastruktur jalan, dan ketiga air. Bahkan 
persoalan pupuk paling banyak di dikeluhkan
 
‘’Untuk solusinya, kita ini punya potensi bahan baku pupuk organik yang melimpah harus dimanfaatkan, jadi kita buat terobosan agar tidak tergantung pupuk bersubsidi, yakni dengan membuat pupuk organik," tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...