Pertanian dan Peternakan

Harga Pupuk Mahal, Mahasiswa ITS Hadir Berikan Solusi 

Thursday, 02 November 2023 16:05 WIB
Tim KKN Mahasiswa ITS Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik. (Dok.its.ac.id)

Radarsuara.com - Untuk mengatasi persoalan pupuk yang mahal akibat pupuk subsidi dikurangi, Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadir membawa solusi bagi petani.

Mereka gelar pelatihan pembuatan pupuk organik guna peningkatan kesuburan tanah pertanian. Kegiatan itu dilaksanakan di kelompok tani, Desa Pandanan, Kwanyar, Bangkalan.
 
Ketua tim KKN Abmas ITS, Dr Widya Utama DEA, menjelaskan bahwa pupuk kandang merupakan pupuk kompos yang terbuat dari kotoran hewan. 
 
Menurut dia, penggunaan pupuk kandang yang tepat dapat membantu mengoptimalkan kesuburan tanah yang ada. "Dalam penggunaannya dapat mengurangi ketergantungan terhadap  pupuk kimia dan bisa mengurangi biaya pembelian pupuk kimia dari pabrik,” katanya.
 
Dilokasi pelatihan, mereka  mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk kandang kepada Kelompok Tani Harapan Jaya 1. Menurut dia, cara pembuatannya cukup mudah, pupuk kandang di campurkan sejumlah cairan decomposer MA-11 kepada kotoran hewan.
 
Dijelaskannya, cairan yang mengandung mikroba terisolasi tersebut dapat mempercepat proses dekomposisi kotoran hewan menjadi pupuk
 
“Jadi, ini selain memulihkan unsur hara tanah, pupuk kandang juga memperbaiki teksur tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” ungkapnya.
 
Widya mengaku, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meneliti lebih lanjut terkait seleksi mikroba lokal guna mengoptimasi dekomposisi kotoran hewan.
 
"Jadi, kami dan BRIN akan membantu melakukan pemilihan variasi tanaman berekonomi tinggi yang sesuai dengan iklim setempat sehingga proses budidaya dapat berjalan dengan lancar," tuturnya.
 
“Kami yakin tingginya potensi pertanian di Desa Pandanan dapat menjadi produsen atas berbagai produk pertanian,” jelasnya.
 
Dosen Departemen Teknik Geofisika ini menjelaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan langkah awal dari serangkaian upaya pemberdayaan masyarakat berbasis optimasi kesuburan lahan. 
 
"Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan industri pertanian bernilai ekonomi tinggi. Ke depannya, beberapa pelatihan untuk mengembangkan potensi pertanian di desa ini juga akan dilakukan,” tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...