Hal itu diungkapkan Anggota IV BPK RI Haerul Saleh usai menyaksikan penyerahan bantuan alsintan Kementerian Pertanian kepada kelompok petani di Pendopo Kabupaten Situbondo.
Seperti diketahui, pemerintah memberikan bantuan alsintan untuk kelompok petani di Situbondo seperti traktor roda empat, traktor roda dua, hand sprayer electric, pompa air pertanian.
Kelompok Tani (Poktan) yang menerima bantuan tersebut adalah Poktan Cipta Tani Desa Wringinanom di Kecamatan Asembagus, Poktan Karangasem Indah di Kecamatan Situbondo, Poktan Karya Makmu Desa Alasbayur di Kecamatan Mlandingan.
Lalu, Poktan Watu Gambir di Kecamatan Jatibanteng, Poktan Manis Kalianget di Kecamatan Banyuglugur, Poktan Tunas Jaya di Kecamatan Banyuglugur dan Poktan Tani Makmur di Kecamatan Banyuglugur.
Selain alsintan, Kementan juga memberikan bantuan puluhan ribu benih kopi beserta pupuk melalui program Peremajaan Kopi Sigararutang di Desa Baderan dan Alastengah, Kecamatan Sumbermalang.
Sedangkan untuk Petani Tebu, diberikan bantuan pupuk melalui program Rawat Ratoon Tebu dan bantuan bibit indigofera, bibit mangga gadung serta puluhan ekor ternak kambing.
Haerul Saleh mengatakan pihaknya turun ke lapangan untuk pemeriksaan kinerja ketahanan pangan tahun 2021 sampai semester I tahun 2023.
"Ya, pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa belanja barang dan belanja modal mendukung komoditas unggulan tahun 2022 sampai triwulan III tahun 2023," jelasnya.
Pihaknya juga mengumpulkan informasi terkait pelaksanaan program apakah sudah sesuai rencana dan harapan, termasuk apakah bantuan juga tetap sasaran atau tidak.
"Jadi, program dari Kementan ini harus tepat sasaran. Pemerintah pusat yang sudah mengalokasikan anggaran cukup besar, karena jika sasarannya tidak tepat maka manfaatnya tidak dapat, dan ada kerugian negara," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam