Kepala Dinas Pertanian Kris Budi Hastuti menyampaikan bahwa program konversi BBM ke BBG merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mendukung pembangunan pertanian.
"Kami terus berupaya memfasilitasi alat mesin pertanian bagi petani. Program konversi BBM ke BBG adalah salah satu kebijakan pemerintah melalui program paket pompa air konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas," ujarnya.
Menurut dia, petani sasaran dalam program tersebut merupakan program kemitraan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan Komisi VII DPR-RI.
Sementara Penyuluh Pertanian
Kris menambahkan, program tersebut telah berjalan sejak tahun 2022 dan berlanjut di Tahun 2023, dan diusulkan kembali untuk Tahun 2024.
“Tahun 2022 yang lalu, telah didistribusi paket pompa air ini kepada petani sasaran sebanyak 403 paket yang juga tersebar di 6 kecamatan, sehingga total paket yang dialokasikan di Kobar sudah 921 paket,” tambah Kris.
Hasil monitoring Dinas Pertanian ke lapangan bahwa satu tabung gas 3 kg digunakan untuk jangka waktu penyiraman 8-9 jam.
"Kalau menggunakan bahan bakar bensin dengan jangka waktu 8-9 jam menghabiskan bensin sebanyak 9-10 liter," jelansya.
Dari segi biaya apabila menggunakan gas 3 kg dengan harga Rp23.000/tabung sedangkan menggunakan bensin dengan harga bensin Rp12.000/liter menghabiskan biaya sebesar Rp120.000, terdapat efisiensi biaya kurang lebih 65 persen.
Paket yang diterima petani berupa 1 unit pompa air + 2 liter olie, 1 unit tabung LPG 3 kg berserta isinya, 1 set konverter kit dan asesorisnya (selang hisap, selang buang, regulator).
Sebanyak 518 paket didistribusikan kepada petani di 6 Kecamatan Arut Selatan Sebanyak 154 petani, Kecamatan Kumai 78 petani.
Lalu Kecamatan Kotawaringin Lama 61 petani, Kecamatan Pangkalan Banteng 93 petani, Kecamatan Pangkalan Lada 130 petani dan Kecamatan Arut Utara 2 petani sasaran.
Menurutnya, program konversi BBM ke BBG adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Penggunaan energi bersih, murah, dan ramah lingkungan terus dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan energi.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam