Menurutnya, langkah tersebut bukan tanpa alasan, tetapi sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan daging kambing dan domba di masa mendatang supaya ketergantungan impor dan kedaulatan stok daging akan tetap terjaga.
Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Samarinda mendorong peternak untuk mulai melakukan pengembangbiakan domba dan kambing (breeding).
Ketua HPDKI Samarinda Marwan mengatakan, potensi pasar ternak domba kambing di Kota Tepian masih sangat luas dan sejauh ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
"Daging kambing di sini biasanya untuk kebutuhan bisnis kuliner, dan kebutuhan rumah tangga, juga untuk memenuhi acara keagamaan khususnya agama Islam," ujarnya.
Menurut dia, permintaan itu akan terus ada bahkan kemungkinan meningkat, seiring makin banyaknya rumah makan serta umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban maupun aqiqah.
"Potensi pasar cukup luas, mayoritas umat Islam kesadaran beribadah cukup baik terutama untuk aqiqah dan qurban," ungkap Marwan.
Dirinya menjelaskan, stok domba kambing di Samarinda saat ini masih banyak kekurangan. Sehingga harus mendatangkan ternak domba kambing dari daerah lain seperti Jawa, Sulawesi.
"Untuk itu, HPDKI mendorong peternak untuk melakukan breeding. Tanpa breeding kita akan kehabisan stok ternak domba kambing," jelansya.
Masih kata dia, breeding peternak bisa masuk ke pasar qurban dan aqiqah. Selain itu, dari breeding pula turut membantu program pemerintah mengurangi pupuk kimia, karena kotoran domba kambing bisa dijual sebagai pupuknya.
"Hasil breedingnya menghasilkan, kotorannya juga menghasilkan bisa digunakan untuk pupuk kesuburan tanaman," tandasnya.
Dia mengaku, saat ini sudah ada 29 peternakan kambing dan Domba di Samarinda bergabung di HPDKI. Jumlah ini akan terus berkembang seiring makin banyaknya warga yang ingin beternak sebab melihat prospek bisnis yang cukup menguntungkan.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam