Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku apresiasi atas peran para petani yang sinergitas dengan pemerintah dalam mewujudkan branding Ngawi City of Farming.
"Target penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di tahun 2023 yang sukses diimplementasikan mencapai kurang lebih seribu hektar," ujarnya.
Menurutnya, bahwa capaian itu cukup signifikan, karena memang sudah mulai banyak masyarakat yang menggunakan pertanian ramah lingkungan.
"Melihat hasilnya tadi saya kaget juga, sebab dengan bibit legowo di Karangjati tadi dengan PRLB ini, 9 kilo per ubinan itu kalau dikonversi kepada satu hektar itu kurang lebih 13 ton,” terangnya.
Disela kegiatan ini juga dilakukan petik melon hasil penerapan Smart Farming.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Sekolah, serta Penyuluh Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak pihak ketiga dalam hal ini perusahaan dalam membangun daerah melalui corporate social responsibility (CSR) yang telah tertuang Peraturan Dearah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan(TJSP).
Bupati Ngawi juga menekankan CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan dan masyarakat khususnya di wilayah kabupaten Ngawi.
"Ada tiga point utama penyaluran CSR, yang sesuai dengan visi misi Kabupaten Ngawi, terkait digitalisasi seperti papan reklame, branding termasuk penaganan stunting,” tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam