Pertanian dan Peternakan

500 Hektare Lahan Pertanian di Tanah Datar Terancam Hama Tikus

Friday, 27 October 2023 18:10 WIB
Petugas pertanian dan petani sedang membasmi hama tikus. (Dok.tanahdatarkab.go.id)

Radarsuara.com - Pertanian di Tanah Datar terganggu dengan keberadaan hama tikus yang menyerang tanaman. Untuk menjaga produktivitas pertanian Dinas Pertanian bersama petani terus kompak memerangi hama tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan, dari total 2.2170 hektare luas sawah, sekitar 500 hektare dinyatakan terancam hama tikus, sedangkan yang terserang seluas 44,5 hektare.
 
Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian bersama petani gencar melakukan upaya Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus.
 
"Kegiatan ini bertujuan agar populasi tikus di daerah itu dapat dikendalikan sehingga tanaman padi milik warga bisa terlindungi," kata Sri.
 
Dia berharap, gerakan yang dilakukanya  dapat mengurangi populasi hama tikus di wilayah kelompok tani topi lawik Jorong Taratak Indah ini sehingga tanaman padi petani aman dan bisa panen sesuai harapan.
 
Menurut Sri, dalam pengendalian omnivora tetsenut pihaknya memakai beberapa metode pengendalian, yakni pengendalian dengan cara terpadu, serentak, dan berkelanjutan.
 
Misalnya kata dia, bagaimana kelompok tani di daerah itu agar bisa melakukan tanam secara serentak, karena dengan tanam serentak akan ada panen serentak juga.
 
"Dengan begitu ketersediaan padi di lapangan tidak ada terus menerus sehingga ada masa dimana tikus itu tidak mendapatkan makanan sama sekali," jelas dia.
 
Kemudian kata dia, jika tidak memungkinkan melakukan tanam serentak karena air yang tidak memadai bisa juga dilakukan dengan cara mengatur pola tanam.
 
"Jadi, petani tidak menanam padi terus, sesekali diselingi juga dengan tanam palawija atau tanaman hortikultura," 
tuturnya.
 
Sri juga mengimbau para petani untuk memperhatikan sanitasi sawah, dan pembersihan di sekitaran areal sawah yang memungkinkan bersarangnya tikus.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...