Hal itu diungkapkan Bupati Blora, H. Arief Rohman saat panen raya padi organik di Kedungtuban yang merupakan program CSR Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Panen perdana dilakukan Bupati di areal persawahan milik Samsuri Warga Desa Ngraho, yang merupakan salah satu demplot pertanian organik di Kecamatan Kedungtuban.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pengembangan pertanian organik ini. Ini sangat baik dan semoga terus dikembangkan di seluruh Kecamatan,” kata Bupati.
Dia mengaku akan mengumpulkan seluruh penyuluh pertanian dari dinas untuk bisa ikut fokus melakukan pendampingan pertanian organik secara masif.
Alasan dirinya mendorong pertanian organik kareba hasil pertanian organik bagus dan menyehatkan. Dari segi harga jual juga lebih tinggi daripada hasil pertanian konvensional.
“Kita punya mimpi Blora jadi Kabupaten organik, maka kami minta Dinas untuk terus melakukan inovasi inovasi agar bisa terlaksana," tuturnya.
Menurut Bupati, selain bebas pupuk kimia, produk organik juga lebih banyak dengan rasa yang lebih enak. "Pertanian organik tidak tergantung pada pupuk kimia yang sering langka. Sehingga petani bisa membuat pupuk sendiri," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya bertekad menjadi lumbung beras organik untuk dunia. "Ini cita-cita kita bersama karena saat ini banyak negara mencari beras organik yang lebih menyehatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ngaliman Plt Kepala DP4 Kabupaten Blora menerangkan, panen padi di Blora pada tahun 2022 seluas 107.000 Hektare dengan produktivitas 6,23 Ton/Hektare.
"Sehingga produksi padi mencapai 668.000 Ton dalam satu tahun. Dan dengan hasil produksi tersebut, Blora peringkat 5 di Jawa Tengah," jelasnya.
Sedangkan salah seorang pelaku budidaya padi organik Samsuri mengatakan, bahwa penanaman padi organik lebih menguntungkan, baik dari produktifitas maupun harga hasil panen.
“ Harga beras organik lebih mahal,Kalo beras konvensional hanya 12 ribu, kalo organik harga bisa sampai 17 ribu, produktivitas juga tidak kalah dengan konvensional, Berasnya juga enak, pulen,” kata Samsuri.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam