Hal itu diungkapkan Pj Wali Kota dalam acara rembuk KTNA Kota Sukabumi di Kampung Nangela, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros kemarin.
"Saya harap lahan pertanian ini bisa dipertahankan agar tidak beralih fungsi. Sebab, alih fungsi lahan pertanian akan berdampak terhadap produksi pangan," jelasnya.
Terlebih kata Pj Wali Kota, bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Kota Sukabumi masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Dia menjelaskan, bahwa produksi pangan di Kota Sukabumi hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan warganya, dan sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Menurut Kusmana, bahwa menjaga lahan pertanian di tengah kebutuhan pembangunan berkelanjutan menjadi tantangan yang mesti dihadapi.
Berdasarkan data, kata dia, luas lahan pertanian pada 2022 hanya sekitar 28 persen dari luas Kota Sukabumi atau sekitar 1.371 hektare.
Sedangkan di tahun 2023, berdasarkan hasil validasi Badan Pertanahan Nasional (BPN), luas lahan pertanian menjadi sekitar 1.221 hektare.
Menyikapi persoalan tersebut, dia berharap KTNA dapat turut menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Pihaknya juga mendorong pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Untuk itu, dirinya berharap lahan pertanian tidak terus menyusut atau beralih fungsi. “Alih fungsi lahan pertanian ini berdampak pada produksi pangan di Kota Sukabumi dan harus jadi perhatian,” tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam