Kolaborasi Kementan - Perguruan Tinggi Lahirkan Klinik Holtikultura
Tuesday, 24 October 2023 09:06 WIB
Ditjen Holtikultura di salah satu klinik holtikultura. (Dok.Kementan/Agrofarm)
Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan), berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk melakukan terobosan dalam melahirkan klinik hortikultura yang mampu menghasilkan pupuk organik Trichokompos dan bahan pengendali OPT ramah lingkungan.
Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan, program kolaborasi tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertanian ramah lingkungan sebagaimana yang dicanangkan
oleh Ditjen Hortikultura Kementan dalam pengembangan program Kampung Perlindungan Hortikultura Ramah Lingkungan”.
Dengan langkah itu, Arief meyakini Indonesia bisa menjadi produsen pangan yang dimana sektor pertani mengambil peran besar dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus mengurangi secara berkala importasi, dan kita harus mampu mendorong ekspor. Indonesia bisa jadi produsen pangan dan sumber pangan Dunia,” ujarnya, Selasa 24 Oktober 2023.
Salah satu wilayah yang masuk dalam program tersebut adalah Provinsi Sumatera Barat.
Direktur Perlindungan Hortikultura Jekvy Hendra menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Barat memiliki peran strategis dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, terutama praktik budidaya ramah lingkungan, rendah residu pestisida.
“Dulu di Sumbar ini ada satu wilayah yang terkenal sebagai lembah tengkorak, karena tingginya pestisida kimia. Nah.. image ini harus kita ubah menjadi Lembah surga yang hasil produksinya rendah residu pestisida dengan menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan seperti menggunakan Tricoderma, PGPR, trichokompos, dan lain-lain," kata dia.
Sekedar informasi, selain itu Kementan berencana untuk merevitalisasi klinik hortikultura yang berfokus pada konsep perlindungan hortikultura ramah lingkungan. Pengembangan klinik PHT ini akan berkolaborasi aktif dengan Universitas Andalas sebagai mitra andal dalam implementasi program tersebut.
Kementan juga menekankan pentingnya dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk dinas pertanian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta petani milenial. Klinik ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan produk ramah lingkungan, tetapi juga memberikan potensi peningkatan kesejahteraan petani bagi kelompoknya melalui produk yang dihasilkan.
Dengan adanya klinik hortikultura yang berfokus pada budidaya ramah lingkungan dan produksi sehat, diharapkan bahwa model ini dapat direplikasi di sekitar 146 klinik PHT di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup petani.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023