Seperti diketahui, sebelumnya ditemukan empat ekor sapi dan kambing di Kelurahan Suryodiningratan, Sorosutan, Lowanu, dan Bener yang mati akibat enteritis.
Medik Veteriner Pertama Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Imam Abror mengatakan, salah satu hewan ternak sapi di Kelurahan Bener bahkan mengalami enteritis akut hingga menyebabkan kematian.
Menurut dia, hewan yang mengidap enteritis memiliki gejala seperti diare, nafsu makan berkurang, serta kembung.
Dijelaskannya, untuk sapi-sapi lain yang masih dalam satu kandang dengan sapi yang mati, kami berikan pengobatan untuk pencegahan berkaitan dengan penyakit infeksi bakterial.
"Untuk penyakit enteritis ini didalam tubuhnya terdapat cacing maupun bakteri pada hewan ternak. Kebanyakan, hewan ternak yang menderita penyakit ini merupakan hewan yang baru saja dibeli, namun tidak diketahui riwayat sebelumnya," paparnya.
Ia mengimbau jika pemilik hewan ternak mendapati adanya ciri-ciri seperti diare, nafsu makan berkurang, dan kembung agar segera hubungi dokter hewan, supaya bisa langsung dilakukan ditangani sehingga penyakit tersebut bisa disembuhkan.
Selain itu, Imam juga meminta agar pemilik memastikan hewan ternak yang dibawa dari luar daerah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Surat ini penting untuk memastikan hewan yang datang dari luar daerah terjamin kesehatannya," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam